16 Negara Ikuti South-East Asia Bienniall Conference on Population and Health

  • Selasa, 3 Juli 2018 | 19:38
16 Negara Ikuti South-East Asia Bienniall Conference on Population and Health
Gubernur menerima BKBN Perwakilan Jatim di ruang kerjanya

SURABAYA, PETISI.CO – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo, mendukung diselenggarakannya konferensi dua tahunan tentang populasi dan kesehatan tingkat internasional atau South-East Asia Bienniall Conference on Population and Health yang rencananya digelar pada 7-9 November di Kota Batu, Jatim.

Dukungan itu disampaikannya saat menerima Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKBN) Perwakilan Jatim di Ruang Kerja Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (3/7) siang.

Pakde Karwo mengatakan, konferensi itu sejalan dengan program Pemprov Jatim untuk menangani populasi penduduk dan pemberdayaan usaha ekonomi produktif pada Keluarga Berencana (KB), khususnya kaum wanita.

Menurutnya, dalam KB terdapat pasangan usia subur yang keduanya aktif bekerja, sehingga bila difasilitasi dengan usaha ekonomi produktif, akan sangat efektif dalam menekan laju pertumbuhan penduduk (LPP). Alasannya, wanita yang bekerja akan cenderung lebih mengontrol jarak kelahiran dan jumlah anaknya.

Gubernur kelahiran Madiun ini juga mengusulkan agar dalam konferensi tersebut juga digelar pameran produk kreatif dari UMKM perempuan dan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk memasukkan produk tersebut dalam digital ekonomi, seperti dipromosikan melalui website dan media sosial.

Agar produk tersebut laris, Pakde Karwo juga mengusulkan dalam konferensi tersebut disediakan inkubator bisnis untuk membuat pengemasan produk lebih menarik sehingga lebih laku ketika di ekspor.

“Jadi ada kliniknya, agar peserta atau siapapun yang mau berwirausaha, tinggal mendatangi tim di konferensi tersebut. Tim itu akan mengajarkan bagaimana mengolah produk supaya memiliki nilai tambah, seperi pisang jadi kripik pisang, dan lainnya,” usulnya.

Ditambahkan, sektor UMKM telah menjadi tulang punggung atau backbone bagi perekonomian Jatim. Bahkan dalam lima tahun terakhir, share kinerja Industri pengolahan terhadap nasional semakin meningkat, dari 19,91 persen pada tahun 2013 meningkat menjadi 21,70 persen pada tahun 2017.

Tak hanya itu, UMKM di Jatim memberikan kontribusi besar terhadap realisasi penanaman modal. Realisasi Investasi Jawa Timur tahun 2017 sebesar Rp. 152,39 Triliun, sementara pada Triwulan I tahun 2018 sebesar Rp. 32, 97 Triliun meningkat 15,93 % dari periode yang sama pada tahun 2017.

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Puncak Hari Keluarga Nasional XXV Tingkat Provinsi Jatim yang akan digelar tanggal 12 Juli 2018 di Madiun.

Dalam kesempatan ini, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi jawa Timur, Yenrizal Makmur mengatakan, South-East Asia Bienniall Conference on Population and Health akan diikuti oleh 16 negara, diantaranya adalah Australia, Amerika, Iran, Brunei Darussalam, Timor Leste, Filipina, Vietnam, Myanmar, Malaysia, Singapura, Kamboja, Thailand, Laos, serta Indonesia selaku tuan rumah.

“Peserta konferensi terdiri dari para peneliti yang berasal dari berbagai kalangan, seperti akademisi, yang diharapkan dapat mengirimkan abstrak penelitian yang terstruktur terkait isu-isu kontemporer tentang kependudukan dan kesehatan di Asia Tenggara,” katanya.

Konferensi ini, lanjut Kepala BKKBN Yenrizal, digagas dari kesepakatan antara Unibraw Malang, University of Portsmouth Inggris, dan BKKBN. Adapun tema konferensi diantaranya adalah Family Planning, Fertility and Population Dividend, Ageing, Population and Development, National and International Migration, Lifestyle Diseases and Mortality, dan Health System and Health Financing.

Masih menurut Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi jawa Timur, Yenrizal Makmur, puncak peringatan Harganas XXV pada 12 Juli 2018 mendatang akan dimeriahkan berbagai acara, diantaranya penyerahan anugerah kencana, penyerahan penghargaan pemenang lomba KB, program kependudukan, dan pembangunan keluarga, pameran produk unggulan kelompok UPPKS, pemberian bantuan, renovasi rumah, pemasangan PDAM gratis, dan bakti sosial.

Kepala BKKBN Yenrizal Makmur menambahkan, konsep peringatan Harganas tahun ini menggunakan empat pendekatan, yakni keluarga berinteraksi, keluarga berkumpul, keluarga peduli dan berbagi, dan keluarga berdaya. “Jadi peringatan Harganas tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Dijelaskannya, perbedaan itu karena pada peringatan tahun ini lebih ditekankan pada kegiatan yang langsung bisa dirasakan oleh  masyarakat dengan memaknai konsep peduli, berbagi, berkumpul, dan berdaya. Salah satunya, ada kegiatan kunjungan ke wilayah Kampung KB.

“Masyarakat di kampong KB masih minim akses pelayanan dan wilayah Kampung KB adalah daerah yang termarginalkan dengan cakupan program pembangunan yang masih rendah. Disitu akan dilaksanakan dialog, renovasi rumah, pemberian bantuan kursi roda, dan sembako. Ini sebagai upaya kepedulian,” jelasnya. (cah/adit)

 

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional