Bank Indonesia Jatim Puji Pengembangan Pertanian Organik di Bondowoso

  • Kamis, 7 Juni 2018 | 03:14
Bank Indonesia Jatim Puji Pengembangan Pertanian Organik di Bondowoso
BI Jatim berkunjung dan menggelar diskusi dengan tema 'Akselerasi Ekspor Beras Organik Koperasi Al-Barokh' di Desa Lombok Kulon Kecamatan Wonosari.

BONDOWOSO, PETISI. CO – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, menilai bahwa pengembangan pertanian organik yang didukung oleh BI di Bondowoso merupakan yang paling bagus dari pada daerah lain yang dikunjungi.

Hal ini diungkapkan Kepala BI Provinsi Jatim, Difi Ahmad Johansyah, saat berkunjung dan menggelar diskusi dengan tema ‘Akselerasi Ekspor Beras Organik Koperasi Al-Barokh’  di Desa Lombok Kulon Kecamatan Wonosari,  Rabu (6/6/2018).

Menurutnya, pertanian organik di Desa Lombok Kulon yang dibawah naungan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Al-Barokah sudah mendapat sertifikasi ekspor, motivasi dan masyarakatnya baik.

“Terus terang, ini bagi saya adalah yang terbaik, tugas selanjutnya bagi saya yang sekarang adalah tinggal mempromosikannya saja,” ungkapnya.

Selain itu, Ia juga mengatakan, promosi yang dimaksud disini adalah inovasi. Jangan berhenti hanya di pertanian organik saja, melainkan juga hal-hal lain.

Seperti misalnya pengembangan pupuk organik dan produk turunannya.

“Diantaranya termasuk pengolahan sampah organik juga kita harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar Desa Lombok Kulon,” katanya.

Disamping itu, Plt. Sekertaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Drs. Karna Suswandi, MM., yang ikut serta hadir di acara tersebut, menjelaskan, agar ke depan perhatian yang diberikan oleh BI dalam membantu terbentuknya kluster pertanian organik ini bisa terus berkelanjutan.

“Karena bagaimana pun, Bondowoso akan terus mengembangkan pertanian organik ini, secara maksimal,” jelasnya.

Seraya mengatakan, bukan hanya pada tataran padi organiknya saja, tapi kunyit dan jahe yang kita miliki juga sudah sertifikasi internasional.

“Jadi ke depan kita akan membuat produk-produk pertanian menjadi pertanian organik. Sehingga orang itu mengenal Bondowoso dengan produk organic,” katanya sambil mengimbuhkan, pengembangan pertanian organik ini, terus berkelanjutan.

“Sejalan dengan semakin luasnya sertifikasi organiknya, jadi bergantung kepada luasan yang sudah mendapat sertifikasi internasional,” imbuhnya.

Sementara Kurniatik, salah satu Petugas Penyuluh Lapang (PPL) dari Dinas Pertanian (Disperta) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, yang bertugas di pertanian organik Lombok Kulon, menyebutkan, lahan yang telah mendapat sertifikasi internasional dari Control Union yakni mencapai 20,96 hektar .

“Setiap hektarnya, rata-rata bisa menghasilkan gabah sawah sekitar 7,2 ton. Adapun jika diconvert menjadi beras menjadi susut 45 – 50 persen,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir, Kepala Disperta Pemkab Bondowoso, Munandar, SP dan Kepala perwakilan BI Jember, yaitu Hestu Wibowo.(latif)

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

CLOSE
CLOSE

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional