Petisi
Bupati Blitar Membuka Rakerda-Koperasi
ADVERTORIAL

Bupati Blitar Menghadiri dan Membuka Rakerda Dekopinda

BLITAR, PETISI,CO ­– Rapat Kerja Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Blitar dilaksanakan di aula salah satu rumah makan yang ada di Blitar. Agendanya untuk membahas Rapat Kerja Daerah (RAKERDA).

Acara Rakerda ini dihadiri Bupati Blitar dan instansi lembaga terkait, diantaranya tampak hadir Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (UM) Kabupaten Blitar, penasehat Dekopinda Kabupaten Blitar, serta Wakil Dekopinwil Jawa Timur.

Bupati Blitar Drs H Rijanto MM dalam sambutanya mengatakan, Rakerda ini dilakukan sebagai bahan evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan tahun lalu, yang nantinya dapat dijadikan pijakan menyusun langkah strategis rancangan program kerja untuk menjawab berbagai macam tantangan dan permasalahan perkoperasian yang ada saat ini.

Sebab, di zaman milenial saat ini,  tantangan kedepan selalu bergerak cepat secara dinamis. “Sehingga melalui Rakerda ini diharapkan menghasilkan suatu keputusan atau kebijakan yang telah disepakati untuk menjawab semua persoalan koperasi yang ada,” kata Rijanto.

Pelaksanaan Rakerda Dekopinda

Lebih lanjut Rijanto menandaskan, permasalahan yang muncul saat ini antara lain terkait Sumber Daya Manusia (SDM), penggunaan informasi teknologi, regulasi yang mendukung gerakan koperasi, kebutuhan permodalan koperasi, usaha koperasi yang masih mengandalkan koperasi simpan pinjam, dan kurangnya minat pemuda untuk berkoperasi perlu segera diatasi agar koperasi bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan jati dirinya.

Bupati Blitar juga berpesan, bahwa yang perlu disikapi koperasi saat ini adalah perkembangan teknologi dan mendorong anak muda untuk senang berkoperasi.

Bupati juga menyebutkan pemerintah pusat telah mendorong adanya perkembangan koperasi melalui revolusi 4.0, karena saat ini zamannya juga sudah berubah.

“Untuk itu kita juga perlu turun tangan untuk mendampingi koperasi dalam bentuk seperti hibah untuk pelatihan, sehingga mereka bisa menyesuaikan perkembangan. Jadi pelatihan tidak hanya pembukuan tetapi lebih khusus terkait IT,” tandas Bupati Blitar.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menambahkan, kemajuan koperasi tidak terlepas dari komitmen dan kerjasama dari semua pihak untuk membangun koperasi.

Selain itu apa yang dilakukan koperasi sangat bermanfaat bagi masyarakat, pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kehidupan, dan pemerataan pembangunan dimasyarakat.

Bupati memastikan akan terus mendorong dan memfasilitasi koperasi, Kami berarap Dekopinda juga berperan aktif menata, membina, mengarahkan, membimbing serta mengawal agar gerakan koperasi di Kabupaten Blitar semakin maju dan berkembang.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Blitar, Indra Gunawan mengatakan, Rakorda ini digelar minimal setahun sekali, Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kualitas kelembagaan dan SDM koperasi.

Indra menyebutkan, anggota Dekopinda berjumlah 700, tetapi yang diundang untuk mengikuti Rakorda ini hanya perwakilan, Karena kita tahu saat ini sudah zamannya revolusi 4.0.

“Untuk itu kedepan kita akan berusaha serba digital, sehingga harapannya pengelolaan koperasi semakin baik. Nantinya dengan teknologi yang diterapkan di koperasi, kita juga semakin mudah melakukan pembinaan dan pemantauan,” ujar Indra.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Blitar, jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Blitar mencapai 950 koperasi. Namun demikian, diakuimya hingga akhir Maret 2019, baru sekitar 350 koperasi yang melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).(adv/hms/min)

terkait