Petisi
Warga berkumpul menyatakan sikap panitia yang tidak transparan dalam pilkades
PERISTIWA

Camat Karanggeneng Janji ‘Tegur’ Panitia Pilkades Kawistolegi

Warga Tuding Panitia Tutup Peluang Calon Lain

LAMONGAN, PETISI.CO – Hanya karena 2 calon kepala desa (cakades) yang diakomodir oleh panitia Pilkades, sejumlah warga Kawistolegi Kec. Karanggeneng Kab. Lamongan menggerutu dan membuat gerakan arus balik.

Ketika ada potensi warga lain yang mau mencalonkan diri, panitia Pilkades langsung menutup peluang itu dengan dalih sudah tercukupi calon kades, yang notabene punya hubungan darah sebagai ayah dan anak kandung.

“Itu yang sangat kami sayangkan, kenapa Pilkades desa kami terkesan dipaksakan, hanya untuk satu keluarga, tetapi yang lain tidak boleh mencalonkan. Negeri kita ini sudah sangat demokrasi, tapi kenapa di tingkat bawah terasa tirani kembali ke jaman bahula,” gerutu Kuswadi (47).

Setidaknya, kearifan lokal lebih bisa dijaga, ketika panitia mengajak warga masyarakat bermusyawarah bila terjadi kebuntuan saat hanya ayah dan anak mencalonkan diri sebagai Calon Kepala Desa. “Saat ada calon lain yang ingin mendaftarkan diri, ya tolong diakomodir,” tambahnya lagi.

Tak cukup sampai di situ, ketegasan panitia juga patut dipertanyakan. Saat foto calon 2  Drs. Muhaji terpampang dengan sang istri. “Berbeda dengan calon 1 “Anak Kandung 2” Septian Rizky F yang hanya sendiri,” ungkap Subur (60).

Gambar Cakades 02 beserta istri

Lha ini kan suatu bentuk pelanggaran jelas, yang setiap harinya dilihat oleh warga masyarakat, namun terkesan ada pembiaran oleh panitia, karena diduga dari 9 orang panitia, 7 diantaranya adalah orang-orang dekat calon kades 2.

Kami butuh ketegasan dari pihak pengawas di tingkat kecamatan, dalam hal ini Camat Karanggeneng, untuk segera ambil sikap terkait keteledoran panitia dan keberpihakan panitia Pilkades.

Sangat disayangkan bila cakades 2 jadi memimpin Desa Kawistolegi, bisa dilihat sejak awal, dia diduga mampu menjadikan anak kandungnya sendiri sebagai wayang pertunjukan dalam pilkades saat ini.

“Kalau toh nanti jadi, kekhawatiran kami masyarakat umum Desa Kawistolegi bisa dijadikan wayang sesuai kehendaknya. Ini lah pertanyaan besar dalam benak sebagian besar masyarakat desa,” tambahnya lagi.

Mungkin gerakan arus balik akan dilakukan sebagian besar masyarakat Kawistolegi, dengan memilih Cakades 1 yang seperti kita ketahu dia adalah anak kandung cakades 2.

Gambar Cakades 01

“Lebih baik memilih 1 yang benar-benar bersih dan keyakinan kami cakades 1 “Septiani” tidak akan mengecewakan dan menghormati seluruh masyarakat Desa Kawistolegi, tandasnya.

Saat petisi.co mengklarifikasi kepada ketua panitia, terdengar nomor teleponnya tidak aktif, dan melanjutkan klarifikasi kepada Camat Karanggeneng Bakti, via Whatsapp.

Camat tegas menjawab akan memberikan  ‘teguran‘ kepada panitia terkait foto cakades 2 beserta istrinya.

Ketika dikejar lagi dengan pertanyaan, panitia terkesan menutup peluang cakades lain dan hanya mengakomodir 2 cakades yang mempunyai hubungan darah sebagai ayah dan anak, Camat Bakti sudah tidak mau menjawab lagi.(ak)

terkait