Cari Ilmu Atasi Krisis Air Bersih, Media dan PT Gudang Garam Kunjungi Bali

  • Minggu, 18 Februari 2018 | 12:55
Cari Ilmu Atasi Krisis Air Bersih, Media dan PT Gudang Garam Kunjungi Bali
Media dan PT Gudang Garam Kunjungi Bali

KEDIRI, PETISI.CO – Menyikapi terjadinya krisis air di sejumlah daerah, media se-Kediri Raya dan managemen PT Gudang Garam Tbk. Kediri berkunjung ke Pulau Dewata untuk melakukan study banding, Minggu (18/2/2018).

Acara yang digelar 15-18 Februari 2018 tersebut, diikuti 45 Jurnalis dari berbagai media.

Menariknya, ilmu yang diserap dalam momen itu, kedepannya bisa diimplementasikan di wilayah Kediri.

Iwhan Tri Cahyono, Kabag Humas PT Gudang Garam,Tbk. Kediri mengatakan, bahwa acara study banding ke Pulau Bali sudah digagas sejak lama.

“Kami menggandeng IDEP Production yang berjalan melalui programnya Bali Water Protection Program. Program lembaga peduli lingkungan ini mampu menerapkan sumur resapan yang sudah berjalan 2 tahun ini untuk mengurangi krisis air bersih di Bali,” ungkap Iwhan.

Menurutnya, dari program tersebut harapannya bisa diterapkan wilayah Kediri dalam menyikapi krisis air. Karena, IDEP Production terbilang berhasil dan mumpuni dalam menjalankan programnya.

“Secara positif, meski dalam sehari belajar di Pulau Bali, harapan dari ‘Media Gathering bersama IDEP Production dapat menjadi pembelajaran dalam mengantisipasi krisis air dan bisa diterapkan di Kediri sekitarnya,” tutupnya.

Sementara, Komang Arya, Koordinator Program Bali Water Protection dari Lembaga IDEP Production, mengatakan, bahwa program pembangunan sumur difokuskan di dua wilayah yakni, Denpasar dan Kuta.

“Fokus dibangunnya sumur resapan didua kota ini ( Denpasar dan Kuta), lantaran krisis air sudah mulai terjadi.Dimana, air laut sudah mulai masuk daratan berkisar 1-2 kilometer, hingga air yang dikonsumsi penduduk terasa payau,” ucapnya.

Komang menguraikan, fungsi sumur resapan dengan kedalaman 40-60 meter menampung air hujan, fungsinya sebagai Bank air agar air laut tidak terserap kedaratan. Didalamnya, terdapat filter, seperti batu, koral dan ijuk sebagai penatralisir air.

“Sampai saat ini, sudah 16 titik sumur resapan yang dibangun , dengan asumsi bugdet Rp 100 juta, tiap titiknya yang sudah berdiri di Kota Denpasar dan Kuta, Kabupaten Badung,” pungkasnya. (era)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional