Diguyur Hujan 3 Jam, Surabaya Tenggelam

  • Reporter:
  • Jumat, 24 November 2017 | 19:22
Diguyur Hujan 3 Jam, Surabaya Tenggelam
Wilayah Alas Malang Surabaya barat, akibat banjir, banyak motor tenggelam.

SURABAYA, PETISI.CO –  Hujan yang mengguyur wilayah Surabaya dan sekitarnya, selama sekitar 3 jam, sejak pukul 12.00, mengakibatkan  Surabaya tenggelam, Jumat (24/11/2017).

Pembangunan gorong-gorong dan box culvert yang selama ini dilakukan Dinas PU Bina Marga Pemkot Surabaya  dengan anggaran ratusan miliar di sejumlah jalan di wilayah Surabaya, ternyata tidak bisa mengatasi permasalahan banjir yang selama ini manjadi momok warga.

Pantauan petisi.co di lapangan,  hingga petang kawasan yang mengalami banjir dengan ketinggian rata-rata 75 cm hampir merata di seluruh wilayah Kota Buaya ini. “Di Tades sudah dibangun gorong-gorong dan box culvert, ternyata masih parah banjirnya,” kata Sutris, warga Tandes mengeluh, karena air masuk ke dalam rumahnya setinggi lutut.

Akibat banjir, kemacetan terjadi di mana-mana.

Demikian juga pengakuan Ismanto, karyawan di pelabuhan Tanjung Perak. “Di jalan Kalimas yang selama ini jarang banjir, sekarang airnya sampai masuk kantor,” ujarnya. Hampir seluruh kawasan pelabuhan, genangan air terjadi di mana-mana.

Parahnya lagi, di tengah kota Surabaya, air juga menggenang di RSUD Dr Soetomo. Sedang di Jl Kusuma Bangsa, malah air sampai masuk ke lantai dasar pusat elektronik Hi Tech Mall. “Pokoknya parah, banjir ada di mana-mana,” keluh  warga.

Bahkan, dari laporan sebuah radio swasta di Surabaya, hampir 70 persen wilayah Surabaya terendam Banjir, yang terbanyak dan paling parah adalah wilayah Surabaya Barat. Sebanyak 15 pompa yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya yang dikerahkan untuk menyedot genangan air limpahan hujan pun, ternyata masih tidak mampu.

Di wilayah Surabaya barat sendiri, seperti di Tandes, Pakal, Benowo, ketinggian  air bervariasi, antara 30 cm hingga 1 meter.

Akibatnya,  banyak motor roda dua mogok saat menerobos derasnya arus banjir, akibat dari tingginya banjir tersebut. Kemacetan terjadi  di mana-mana, hingga kurang lebih sepanjang dua kilo meter.

Kemacetan terutama dari arah barat menuju ke timur, di Jl. Raya Babat Jerawat. Selain didominasi oleh mobil truk treler, kemacetan juga diakibatkan banyaknya motor yang mogok, terlihat warga setempat bersama anak – anak remaja sibuk membantu mengatur arus lalu lintas

Markas Koramil Benowo pun tenggelam.

Pantauan di lokasi, tak hanya jalan raya dan pemukiman warga saja yang terendam banjir, air juga mengurung Markas Koramil 0830/06 Benowo.

Warga berharap supaya Pemkot Surabaya, dalam hal ini Dinas PU Bina Marga serius membenahi gorong-gorong yang selama ini menjadi pemicu banjirnya Surabaya. Jangan sampai, anggaran ratusan miliar dari APBD Kota Surabaya yang digunakan untuk pembangunan gorong-gorong dan box culvet hanya digerogoti oknum pengusaha yang kong kalikong dengan oknum di Dinas PU.

“Kalau Pemkot mau serius, seharusnya banjir bisa diatasi, karena uang APBD dikucurkan untuk proyek gorong-gorong nilianya ratusan miliar. Kalau dampaknya tetap saja banjir, ini perlu dipertanyakan,” ujar beberapa warga Surabaya barat yang mengaku tahu banyak permainan oknum di Dinas PU dan oknum pengusaha nakal.(tim)

 

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional