Petisi
Kepala Dinsos Jember saat memberikan arahan Bimtek.
PEMERINTAHAN

Dinas Sosial Jember Gelar Bimtek Puskesos dan SLRT

JEMBER, PETISI.CO – Program pemerintah terkait akses layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan dalam wadah  Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) akan ditempatkan di masing masing desa ataupun kelurahan.

Dinas Sosial Kabupaten Jember menggelar bimbingan teknis Puskesos dan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), Kamis (6/12/2018) bertempat di UPT Lingkungan Pondok Sosial (Lipsos) Kabupaten Jember.

Dua puluh lima desa  (150 peserta Bimtek), terdiri dari kepala desa, kesra operator desa serta fasilitator.

Peserta Bimtek.

Isnaini Dwi Susanti SH. M.Si, Kepala Dinas Sosial  menerangkan, tujuan daripada sistem itu adalah sebagai tempat pengaduan masyarakat yang hidupnya kurang beruntung, yaitu masyarakat tidak mampu ataupun PMKS yang bisa mengadu kepada sekretariat SLRT untuk mengatakan bahwa dirinya perlu dibantu.

Lebih lanjut Santi menjelaskan,  misalnya ada orang yang tidak punya KK (Kartu Keluarga), dan dia adalah PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), mereka bisa datang ke Puskesos.

“Nanti dari kami akan mengantarkan ke Kantor Dispendukcapil. Jadi masyarakat yang termasuk dalam kriteria miskin dan rentan miskin bisa langsung ke Puskesos untuk mengakses berbagai hak-hak mereka sesuai yang telah diprogramkan Pemerintah terkait kesejahteraan sosial, Puskesos ini adalah wakil kami di desa dan kelurahan,” jelasnya.

Puskesos ini merupakan tempat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat tidak mampu di desa maupun kelurahan.

Adanya Puskesos ini merupakan wujud dari program SLRT yang telah dilaunching oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR pada 2016.

Kadinsos Jember mengatakan bahwa sampai saat ini terdapat 6 desa di Kabupaten Jember yang telah memiliki Puskesos.

“6 desa tersebut diantaranya Desa Kepanjen, Desa Mayangan di Kecamatan Gumukmas

Desa Harjomulyo di Kecamatan Silo, Desa Dawuhan Mangli di Kecamatan Sukowono, Desa

Pakis di Kecamatan Panti, dan Desa Sukowiryo di Kecamatan Jelbuk. Untuk target tahun 2018 dua puluh lima desa akan memiliki Puskesos,” pungkas Santy.(eva)

terkait