Petisi
dilaunching Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim
LAMA-Daerah

Pemprov Jatim Punya Ruang Komando dan Sistem EJSP

Diresmikan Sekdaprov

SURABAYA, PETISI.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memiliki Ruang Komando dan Sistem East Java Smart Province (EJSP), setelah resmi dilaunching Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim, Jalan A Yani Surabaya, Jumat (28/9/2018).

Kehadiran ruang komando dan sistem EJSP ini akan mendukung pengembangan ekonomi digital Jatim dalam menyongsong era revolusi industri 4.0. Melalui EJSP ini, Jatim dapat mewujudkan sistem data digital yang terintegrasi.

“Sistem data digital terintegrasi tersebut hadir dalam bentuk ruang komando yang dikelola Diskominfo Jatim, dengan kontributor data dari seluruh perangkat daerah di Jatim. Sehingga, dapat saling berkomunikasi dan terhubung antar satu aplikasi dengan aplikasi lainnya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Heru.

Didampingi Kepala Diskominfo Jatim, Eddy Santoso, Heru menjelaskan dalam era revolusi industri 4.0, ekonomi digital akan menjadi tulang punggung kemajuan suatu daerah. Karena itu, EJSP hadir untuk pemanfaatan ekonomi digital agar semakin optimal, khususnya pada sektor industri.

“Terutama pada sisi produksi, pembiayaan, dan pasar. Contohnya, salah satu fokus dari pemanfaatan ekonomi digital adalah di industri manufaktur,” ujar mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim ini

Menurutnya, industri manufaktur Jatim memiliki kinerja yang baik, di mana pada triwulan I tahun 2018, industri manufaktur mikro dan kecil di Jatim tumbuh 14,42 persen atau berada diatas rata-rata nasional yang tumbuh 5,25 persen. Sedangkan untuk manufaktur sedang dan besar tumbuh 7,45 persen di atas rata-rata nasional 5,01 persen.

Tingkat pertumbuhan industri manufaktur ini terbukti mampu mengangkat PDRB Jatim menjadi Rp 219 triliun pada tahun lalu. Di mana 92,48 persennya berasal dari masyarakat, dengan industri UMKM selaku penopang utama.

Dengan memanfaatkan ekonomi digital, potensi besar UMKM yang dimiliki Jatim ini dapat dikembangkan sebagai produsen, bukan hanya sekadar trader. Ekonomi digital harus didorong untuk mampu menyediakan digital raw material atau informasi bahan baku digital.

“Jika proses digital raw material ini berjalan efektif, maka bisa mengurangi ketergantungan pada produk impor. Sehingga neraca perdagangan kita bisa surplus,” tuturnya.

Kepala Diskominfo Jatim, Eddy Santoso menambahkan, Ruang Komando dan Sistem EJSP ini bertujuan untuk mewujudkan sebuah sistem data digital yang terintegrasi, yakni sebagai ikhtiar menjadikan provinsi yang smart. Konsep smart province menjadi solusi untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien dan akuntabel. (bm)

terkait