Petisi
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) melangsungkan kegiatan Bimtek Peningkatan Potensi dan Kapasitas Sumber Daya Lokal Disekitar Destinasi Pariwisata, di Kabupaten Magetan
ADVERTORIAL

Disbudpar Jatim Gelar Kegiatan Bimtek

SURABAYA, PETISI.CO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) melangsungkan kegiatan Bimtek Peningkatan Potensi dan Kapasitas Sumber Daya Lokal di sekitar Destinasi Pariwisata, di Sarangan Kabupaten Magetan, 25 – 26 Maret 2019 lalu.

Kadis Disbudpar Jatim Sinarto, S.Kar, MM

Kabid Destinasi Pariwisata, Widarto menyampaikan, melalui kegiatan ini diharapkan peserta (pelaku usaha masyarakat bidang pariwisata, red) mendapatkan gambaran komprehensif pengembangan kepariwisataan.

Di antaranya terkait peluang dan tantangan-tantangan yang muncul, membangun jiwa kewirausahaan (entrepreneur), manajemen usaha yang baik, peningkatan kualitas produk, diversifikasi produk, dan pemasaran. Selain itu juga pengembangan kelembagaan kegiatan usaha (koperasi, BUMdes), pelayanan prima pada konsumen.

“Kalau perlu juga pengenalan peluang (prospek) permodalan dari berbagai program dana murah baik dari pemerintah maupun kemitraan usaha lainnya,” ujarnya.

Dikatakannya, Pemprov Jatim melalui Disbudpar telah menetapkan beberapa arah kebijakan program Pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata, diantaranya ‘Peningkatan Potensi dan Kapasitas Sumber Daya Lokal Melalui Pengembangan Bidang Usaha Pariwisata’.

Dengan strategi yang diterapkan adalah meningkatkan kualitas  produk industri kreatif dan layanan jasa kepariwisataan yang dikembangkan UMKM dalam memenuhi standar pasar serta meningkatkan kualitas produk UMKM bidang pariwisata melalui fasilitasi peningkatan kualitas produk dan kualitas layanan usaha untuk memenuhi standar pasar dan kelangsungan kemitraan rantai nilai antar usaha.

Dikatakannya, pembangunan kepariwisataan tidak akan berjalan dan berhasil dengan baik tanpa adanya kerjasama sinergis antara pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, dan media agar memiliki kesatuan pandang dan dapat memahami paradigma pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

Masyarakat sebagai salah satu pemangku kepentingan, memang perlu untuk difasilitasi dan didorong agar dapat berpartisipasi, dan berperan aktif sebagai subjek atau pelaku maupun sebagai penerima manfaat dalam pengembangan kepariwisataan secara berkelanjutan.

Sebagai penerima manfaat, masyarakat diharapkan dapat memperoleh nilai manfaat ekonomi yang berarti dari pengembangan kegiatan kepariwisataan, untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat yang bersangkutan dengan mengembangkan usahanya, baik pondok wisata (homestay), cinderamata, kuliner masyarakat, yang dikemas dalam paket-paket wisata berbasis sumber daya perdesaan.

Secara terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sinarto, S.Kar. MM mengharapkan peserta (pelaku usaha masyarakat bidang pariwisata) mendapatkan gambaran komprehensif pengembangan kepariwisataan, peluang dan tantangan-tantangan yang muncul, membangun jiwa kewirausahaan (intrepreneur), manajemen usaha yang baik, peningkatan kualitas produk, diversifikasi produk, dan pemasaran; pengembangan kelembagaan kegiatan usaha (koperasi, bum desa), pelayan prima pada konsumen, dan kalau perlu juga pengenalan peluang (prospek) permodalan dari berbagai program dana murah baik dari pemerintah maupun kemitraan usaha lainnya.

Sinarto, S.Kar, MM. menginformasikan bahwa pergerakan Wisnus di Jawa Timur tahun 2018 sebanyak 70,21 juta,meningkat 7,5% dari tahun 2017 sejumlah 65,62 juta. Wisatawan mancanegara tahun 2018 sebanyak 830.968 kunjungan, meningkat 11,5% dari tahun 2017 sebanyak 690.509 kunjungan.

Perolehan PDRB dari pariwisata tahun 2018 sebesar 128,32 triliun rupiah atau memberikan kontribusi sebesar 5,72% dari total PDRB Jawa Timur sebesar 1.857,60t riliun rupiah. sedangkan tahun 2017 sebesar 117,43 trilyun atau memberikan kontribusi 5,82% dari total PDRB Jawa Timur sebesar 2.019,2 trilyun. Sedangkan tenaga kerja yang terserap tahun 2017 sebanyak 275.159 orang meningkat 12,12% orang dari tahun 2016 sebanyak 237.404 orang.

Kondisi iklim kepariwisataan yang sudah bagus marilah kita tingkatkan terus. Menyadari pembangunan kepariwisataan tidak akan berjalan dan berhasil dengan baik tanpa adanya kerjasama sinergis antara pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, dan media agar memiliki kesatuan pandang dan dapat memahami paradigma pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

“Untuk itu kami sangat berharap agar hendaknya kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan, dan mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan kepariwisataan di daerahnya,” imbuhnya. (guh/*)

terkait