Disnakertrans Jatim Sosialisasi Program Pengembangan dan Pemasaran serta Tempat Uji Kompetensi di Jombang

  • Kamis, 22 Maret 2018 | 20:32
Disnakertrans Jatim Sosialisasi Program Pengembangan dan Pemasaran serta Tempat Uji Kompetensi di Jombang
Pjs Bupati Jombang sambutan sekaligus membuka sosialisasi program pengembangan dan pemasaran

JOMBANG, PETISI.CO – Pjs Bupati Jombang membuka sosialisasi Program Pengembangan dan Pemasaran serta Tempat Uji Kompetensi “Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja,  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Propinsi Jawa Timur, bertempat di Aula UPT Pelatihan Kerja Jombang, Kamis (22/3/2018).

Hadir dalam kesempatan ini, Heru Widjayanto Kepala Dinasketrans Jombang, Sugiyo Dirkomnaker,  Minan Rohman Ketua FKJP dan 100 peserta dari perusahaan dan berbagai sekolah.

Kepala UPT Pelatihan Kerja Jombang Subur menyampaikan, dasar pelaksanaan kegiatan tersebut Peraturan Gubernur No 111 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi dan Uraian Tugas serta TPA tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja.

Lanjut Subur, program pengembangan dan pemasaran tujuannya untuk meningkatkan efisiensi, efektibilitas, relevansi dan penyelenggaraan pelatihan sertifikasi penempatan kebutuhan dunia usaha maupun industri.

“Kedua untuk mewujudkan sinergitas dan keterpaduan antara penyelenggara pelatihan dan sertifikasi penempatan dalam rangka optimalisasi penanggulangan pengangguran, serta sebagai wadah menghimpun, mengelola dan memperluas kegiatan,” jelasnya.

Pjs Bupati Jombang Setiajit mengatakan, pengembangan sumber daya manusia di Jombang dari jumlah penduduk hampir 1,4 juta, tingkat penganggurannya masih tinggi secara absolut masih 34 ribu lebih.

Angka index pembangunan dan pendidikan juga masih rendah. “Untuk itu kita harus benahi sistem pendidikan. Hasil penelitian kami masih 55 persen sekolah swasta belum memenuhi standart akreditasi,” katanya.

Selanjutnya, Setiajit menyampaikan, era digitalisasi pendidikan sekarang sasarannya tidak mencerdaskan kehidupan bangsa saja, tetapi lembaga pendidikan sekarang menyiapkan kelulusannya menjadi siap kerja.

“Di Jombang SMK swasta lebih banyak daripada SMK Negeri, untuk itu SMK swasta harus siap mengikuti SMK Negeri,” ungkapnya.

Peserta sosialaisasi

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan,  Setiajit berharap, meskipun SMK dan SMA kewenangan Dinas Propinsi, tetap harus bersatu dengan Pemkab. ”Karena yang dididik anak-anak kita yang ada di kabupaten,” ujarnya.

Peningkatan kualitas harus memperhatikan hardware, di mana guru praktek tidak boleh menjadi guru teori, juga sebaliknya. Sarana dan prasarana untuk pendidikan harus memadai. Setiap perusahaan harus ada anak binaan, membuka seluas mungkin untuk lahan kerja. Di SMK ada bursa kerja khusus untuk melakukan pendidikan pelatihan, sehingga mendapatkan output yang bagus dan siap kerja.

Untuk softwarenya pada era digitalisasi, manufacturing computer nomerical control disepakati bersama-sama SMK dengan perusahaan. Harus menyesuaikan terus menerus jangan sampai ketinggalan.

Setiap KS, guru dan pegawai harus ada lompatan yang luar biasa, supaya Jombang bisa maju. “Brainware merupakan keberhasilan pendidikan lulusannya sudah bisa membaca komputer  code-code edit design dan bisa masuk dunia usaha/industri,” pungkas Setiajit.(rahma)

 

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

CLOSE
CLOSE

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional