Enam Syarat Menjalani ‘Gentle Birth’

  • Kamis, 3 November 2016 | 04:29
Enam Syarat Menjalani ‘Gentle Birth’

Persalinan erat kaitannya dengan kecemasan, ketakutan, dan rasa sakit yang luar biasa. Padahal, tidak harus demikian kejadiannya jika ibu menerapkan Gentle Birth (GB). Inilah serangkaian upaya yang dilakukan sejak sebelum hamil, persalinan, hingga pascamelahirkan dengan mempersiapkan fisik (body), jiwa (mind), dan semangat (spirit) :

1. Persalinan natural
Ada banyak manfaat yang didapat bila Anda melahirkan secara normal. Salah satunya, Anda terhindar dari banyak trauma fisik dan psikis akibat proses persalinan. Karena di dunia ini, semua cara persalinan memiliki trauma luar biasa, kecuali proses persalinan natural.

Keuntungan lainnya, Anda dapat merasakan dan mengalami perjuangan yang luar biasa sebagai seorang ibu. Apalagi kita tahu, pengalaman dan rasa persalinan anak pertama, kedua, dan ketiga tidaklah sama. Meski persalinan natural menjadi hal yang utama, untuk ibu hamil karena indikasi medis persalinan natural seperti ini tidak bisa dilakukan. Meski begitu, bukan berarti Anda gagal, toh banyak prinsip utama GB lainnya yang dapat dijalani dengan sukses oleh Anda.

2.  Cinta
Harus ada rasa cinta, terutama antara ibu dengan anak yang akan dilahirkan. Untuk mencapainya, lakukan komunikasi dengan si jabang bayi secara rutin. Ingat, walau masih ada dalam kandungan, anak bisa merasakan adanya komunikasi ini dan dia bisa meresponsnya, lho. Juga, selama hamil berikan selalu yang terbaik bagi anak dan diri kita, mulai aktivitas, gaya hidup, makanan, minuman, dan lainnya.

Penting juga, berdoalah. Saat menjelang persalinan, jadikan momen tersebut acara yang menyenangkan, pasrah kepada-Nya, dan selalu berkomunikasi dengan si kecil, ”Sayang, kamu anak kuat, kamu pasti bisa, dan Bunda juga pasti bisa memperjuangkan kamu. Yuk, kita sama-sama saling membantu,” sambil memegang perut dan mengelusnya. Seusai bersalin, Anda juga perlu menjalin ikatan pertama dengan melakukan IMD (inisiasi menyusu dini), rooming in, dan co-sleeping dengan bayi.

3.  Minim trauma
Ada banyak risiko trauma pada ibu hamil, baik trauma fisik maupun psikis. Meski begitu, Anda perlu menghindari atau meminimalkan berbagai trauma itu, pun bila telanjur terjadi trauma maka harus segera disembuhkan. Dengan begitu, trauma tersebut tidak mengganggu persalinan berikutnya.

5. Momen sakral
Kelahiran  adalah momen tersakral sehingga harus ada persiapan dan perlakuan istimewa. Tentu di sini Anda harus bisa hidup nyaman dan tenang. Menjelang persalinan pilihlah tempat bersalin yang sesuai dengan Anda, terus komunikasi dengan si kecil, bawa semua hal-hal yang bisa menguatkan Anda saat menunggu proses persalinan.

6.  Keterlibatan ayah
Suami harus terlibat penuh dalam proses persalinan demi membantu persalinan sang istri. Bahkan lebih jauh dari itu, sebelum atau saat istri hamil maupun pascamelahirkan, suami harus terus membantu dan memotivasi istri.

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional