Petisi
Takmir Mesjid, Haslianto saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan
HUKUM

Fasilitas Masjid Sering Dirusak, Takmir Lapor Polisi

BONDOWOSO, PETISI.CO – Sejumlah warga Dusun Kebunan, RT. 8 RW. 5, Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, mendatangi Unit II Polres Bondowoso, guna laporan terkait, pengrusakan fasilitas umum berupa selang masjid. Pengrasakan tersebut, dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTD).

Haslianto, Takmir Masjid menerangkan, bahwa pengrusakan tersebut, kerap terjadi di wilayahnya selama ini. Menurutnya, setiap pelaksanaan kontestasi politik, baik Pemilu Legeslatif (Pileg), maupun Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

“Pengrusakan ini sudah berulang-ulang dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena ini menyangkut kepentingan warga,” ungkapnya Jum’at (18/1/2019) di Mapolres Bondowoso.

Disamping itu, ia mengaku bahwa pihaknya tidak tahu motif pengrusakan tersebut. Sehingga dirinya memilih untuk melapor kasus itu ke Polres, agar pelakunya cepat ditangkap.

“Kami bersama warga, berharap kepada kepolisian agar kasus ini, segera ditindaklanjuti. Agar tidak terulang lagi, kejadian yang sama”harapnya. Ditempat yang sama, anggota Unit II, Polres Bondowoso, Briptu. Mahartio, menegaskan, bahwa pihaknya sudah koordinasi dengan pihak Polisi Sektor (Polsek) Pakem.

“Kami bersama Polsek Pakem, akan menindaklanjuti dugaan pengrusakan itu. Agar diketahui siapa pelakunya dan apa motif yang sebenarnya,” centusnya.

Sementara itu, Miftahul Huda, Politikus PKB yang turut mendampingi pelaporan tersebut, berharap, pihak kepolisian ini perlu menindak secara tegas, sehingga bisa memberikan efek jera. Dan proses demokrasi yang berjalan bisa dinikmati oleh rakyat dengan ceria.

“Agar kedepannya tak ada lagi, intimidasi dalam proses politik dalam bentuk apa pun kepada rakyat. Apalagi sampai merusak fasilitas umum,” tuturnya.

Ia pun mendorong agar partisipasi aktif rakyat dalam proses pendidikan politik. Khususnya dalam melawan terhadap hal-hal yang intimidasi bisa dilakukan juga di wilayah lain, jika itu terjadi.

“Kami secara pribadi, siap mengawal rakyat kita yang berani terhadap bentuk intimidasi apa pun,” kata Caleg PKB ini.

Selain itu, Kepala Desa (Kades) Gading Sari, Nursaidah, melalui suaminya saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya menyebutkan, jikalau dirinya sudah mengetahui pengrusakan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada satupun warganya yang melapor padanya.

“Mereka hendak ke polres, tanpa pemberitahuan terhadap kami,” pungkasnya.(latif)

terkait