Petisi
Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung saat acara bedah buku (ist)
OLAHRAGA

Fokus Hadapi PON Papua, KONI ‘Istirahatkan’ Atlet Puslatda di Porprov Jatim 2019

SURABAYA, PETISI.CO – Fokus menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, KONI Jatim memutuskan untuk tidak menurunkan seluruh atlet Puslatda dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019. Porprov tahun ini digelar di empat daerah, Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban, pada tanggal 6 sampai 13 Juli 2019.

Keputusan tersebut, sudah disampaikan ke seluruh 38 KONI Kabupaten/Kota di Jatim. Seluruh induk olahraga di Jatim itu, sepakat mengutamakan prestasi Jatim di PON Papua. Dimana, pada multi even empat tahun sekali itu, Jatim mengincar target juara umum.

Untuk memburu juara umum, KONI Jatim tidak ingin atlet yang dipersiapkan selama bertahun-tahun itu mengalami cedera saat membela daerahnya di Porprov. Jika dipaksakan turun di Porprov, KONI Jatim mengalami kerugian besar jika sampai atlet Puslatda mengalami cedera parah yang tak bisa dipulihkan dalam waktu cepat.

Penghuni Puslatda adalah bukan sembarang atlet. Mereka adalah atlet terbaik dari berbagai daerah. Mereka disaring lewat berbagai even kejurda dan nasional yang diikuti. Selama menghuni puslatda, para atlet juga ditempa latihan keras baik fisik dan kesehatan yang tentu membutuhkan anggaran tidak sedikit.

Selain itu, KONI Jatim sudah menerapkan iptek untuk meningkatkan prestasi atlet, karena mencetak atlet berprestasi tidak bisa dengan cara instan. Bahkan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang olahraga atau sport science yang dilakukan KONI Jatim lebih bagus dari KONI Pusat.

“Seluruh KONI daerah sudah setuju dengan keputusan larangan atlet puslatda tampil di Porprov. Jadi, tidak ada masalah kalau ada atlet terbaiknya di puslatda tak bisa memperkuat daerahnya di porprov,” kata Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung kepada Media Petisi.co di Surabaya, Jumat (10/5/2019).

Alasan lain, yakni tak ingin menganggu konsentrasi atlet puslatda yang akan mengikuti babak kualifikasi atau Pra PON. Sebab, ada beberapa atlet cabang olahraga (cabor) tertentu yang mengikuti Pra PON hampir bersamaan waktunya dengan pertandingan Porprov. Seperti wushu dan bola basket.

“Kondisi ini juga disadari penuh oleh KONI daerah. Kalaupun dipaksakan, tetap tidak bisa, karena jadualnya mepet antara porprov dengan pra PON,” tambah Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim, Irmantara Subagja.

Porprov Jatim 2019 digelar pada 6-13 Juli di empat daerah. Acara pembukaan diselenggarakan di Lamongan, 6 Juli. Penutupan digelar di Tuban, 13 Juli. Jadual tersebut, sudah mendapat persetujuan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Karena, jadual pembukaan dan penutupan Porprov sudah dibahas bersama gubernur Jatim sebelumnya, Soekarwo.

Ada 40 cabor yang dipertandingkan dan memperebutkan 523 medali emas. Jumlah cabor tersebut, lebih banyak dibanding cabor yang dilagakan di Porprov 2015 di Banyuwangi, sebanyak 35 cabor. Dengan demikian, ada tambahan 5 cabor baru di Porprov 2019.

Lima cabor diantaranya adalah cabor baru. Masing-masing sepatu roda, petanque, paralayang, muaythai dan menembak. Lima cabor tambahan ini sudah dibahas dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Jatim di Surabaya, bebarapa waktu lalu.

“Tentu ada syarat lain untuk bisa mempertandingkan cabor baru di porprov. Salah satunya adalah jumlah pesertanya. Minimal jumlah pesertanya sebanyak 8 daerah. Dan, dalam perkembangannya ternyata ada 12 daerah yang mengikuti beberapa cabor baru itu,” jelas Ibaq, sapaan akrabnya.

Selain usulan dari pengprov cabor, pengcab dan KONI kab/kota, tambahan lima cabor tersebut berdasarkan pertimbangan prestasi. Sebab, ada beberapa cabor itu yang dipertandingkan di even internasional. Seperti, menembak dan paralayang yang dipertandingkan di Asian Games 2018 di Indonesia.

Kedua cabor itu menorehkan prestasi gemilang di  Asian Games 2018. Bahkan, di paralayang mampu menyumbangkan 6 medali emas dan menempatkan Indonesia sebagai juara umum.

“Patokan prestasi inilah yang membuat kedua cabor itu dilagakan di porprov,” ungkapnya.

Di sisi lain, empat daerah yang ditunjuk menjadi tuan rumah porprov Jatim 2019, dinilai memenuhi syarat, karena memiliki sarana dan pra sarana yang memadai.

Gresik dipercaya menggelar 9 cabor plus sepakbola. Lamongan ada 10 cabor plus sepakbola. Bojonegoro ada 12 cabor plus sepakbola. Terakhir Tuban sebanyak 12 cabor plus sepakbola.

KONI Jatim mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban yang telah membangun stadion baru dengan menghabiskan biaya Rp 14 miliar. Selain dipakai untuk penutupan porprov, stadion ini akan dipergunakan pertandingan sepakbola dan atletik. Tuban juga memiliki lintasan sepatu roda yang layak dipakai untuk pertandingan proprov. (bm)

terkait