Forsana Gelar Pelatihan dan Beri Bingkisan 500 Guru Ngaji Malang Raya

  • Minggu, 3 Juni 2018 | 14:57
Forsana Gelar Pelatihan dan Beri Bingkisan 500 Guru Ngaji Malang Raya
Pelatihan dan pemberian bingkisan pada sedikitnya 500 guru ngaji pilihan se-Malang Rayaoleh Forsana.

Memerankan Guru Ngaji dalam Pencegahan Radikalisme

MALANG, PETISI.CO –   Forum Santri Nasional (Forsana) melakukan kegiatan sosial berupa pelatihan dan pemberian bingkisan pada sedikitnya 500 guru ngaji pilihan se-Malang Raya.

Acara yang digelar di  Auditorium KH Oesman Mansyur Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang itu dikemas dalam forum Silaturahmi dan Sarasehan Guru Al Quran  se-Malang Raya pada Minggu (3/6/2018).

Dalam acara tersebut diberikan 500 paket santunan, berisi  makanan dan bahan makanan serta sarung. Khusus untuk 500 unit sarung mendapat sumbangan secara pribadi dari Rendra Kresna dan La Nyalla Mattalitti.

KH Thoriq Darwis Bin Ziyad, Ketua Umum Forsana yang sekaligus Pengasuh Ponpes Babussalam menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak, diantaranya Lembaga Pendidikan Sosial dan Dakwah (LPSD) Baitul Hidayah, Unisma, IPNU dan IPPNU menggelar forum Silaturahmi dan Sarasehan Guru Ngaji atau Guru TPQ se-Malang Raya ini.

“Acara ini sengaja diselenggarakan di Bulan Suci Ramadhan untuk memberikan apresiasi atas kinerja dan pengabdian para guru ngaji. Karena guru ngaji telah berperan besar dalam proses pendidikan usia dini untuk memperkenalkan ajaran Islam melalui baca tulis Al Quran,” kata Gus Thoriq dalam sambutannya di forum Silaturahmi dan Sarasehan Guru Ngaji se-Malang Raya.

Gus Thoriq menyampaikan, pada acara kali ini sengaja mengambil tema agak khusus, yaitu TPQ Madin Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Nasionalis dan Berkebangsaan untuk Menangkal Radikalisme.

Pelatihan guru ngaji se-Malang Raya.

Secara khusus, Gus Thoriq juga menjelaskan misi Forsana yang gambarkan dalam lambang Forsana, yakni gunung melambangkan kesuburan, bintang sembilan melambangkan sembilan wali penyebar agama Islam.

Kuda melambangkan kesatria pejuang yang tak kenal lelah.

“Dan yang paling penting adalah ranting zaitun sebagai lambang perdamaian dan pemersatu khususnya bangsa Indonesia.”

Lebih dalam Gus Thoriq menyatakan, pihaknya miris dan prihatin melihat peristiwa terakhir terkait bom bunuh diri sekeluarga yang menyasar 3 Gereja di Surabaya dan  Mapolresta Surabaya.

“Radikalisme ternyata sudah bermetamorfosis dengan sangat luar biasa. Untuk itu Forsana dan LPSD Baitul Hidayah serta IPNU dan IPPNU perlu bekerja sama untuk ikut serta dalam proses imunisasi dari paparan faham radikalisme. Untuk itu, posisi dan peran Guru Ngaji menjadi sangat vital dalam proses upaya pencegahan tindak radikalisme tersebut sebagai ujung tombak pendidikan usia dini di masyarakat,”  tegasnya.

Upaya menjalin silaturahmi dan sekaligus  penguatan kapasitas di kalangan Guru Ngaji, kata Gus Thoriq, akan dilakukan terus oleh Forsana, sehingga pelibatan secara lebih masif guru ngaji se Malang Raya yang berjumlah 16.000 orang secara bertahap bisa dilakukan.

“Potensi guru ngaji dan guru TPQ serta Madin di Malang Raya tercatat sebanyak 16.000 orang, bila dibina dan diberdayakan terus kapasitasnya tentunya akan menjadi kekuatan besar dalam proses upaya imunisasi umat dari pengaruh-pengaruh faham ekstrim yang berbahaya dan kini telah menyebar menjadi penyakit kronis di masyarakat,” ujarnya.

Ratusan guru ngaji pilihan se-Malang Raya yang hadir.

Rendra Kresna  dan La Nyalla M Mattalitti Sumbang 500 Sarung

Ketua LPSD Baitul Hidayah, Imam Hidayat menerangkan, pihaknya memang setiap Ramadhan punya agenda sosial menyantuni kalangan tidak beruntung, pada kali ini bekerja sama dengan Forsana diarahkan kepada kalangan guru ngaji.

“Pada kesempatan kali ini, kami baru memiliki kemampuan untuk memberi bingkisan 500 guru ngaji. Alhamdulillah 500 paket bingkisan telah disiapkan yang juga merupakan sumbangan dari beberapa dermawan, diantaranya Pak Rendra Kresna secara pribadi  [bupati Malang] yang menyumbang 300 pcs sarung dan Pak La Nyalla Machmud Mattalitti secara pribadi juga menyumbang 200 pcs sarung. Untuk sumbangan tersebut kami haturkan terima kasih dan semua amanah sudah tersalurkan,” kata Imam dalam sambutannya.

Harapannya, kata Imam, acara seperti ini ditahun depan bisa melibatkan guru ngaji dengan jumlah lebih banyak lagi dan tidak hanya terfokus di wilayah Malang Raya.

Dalam acara sarasehan tersebut ditampilkan beberapa pemateri yaitu Dr Fattah Hidayat MPd (Ketua Jurusan Psikologi Universitas Negeri Malang) yang memberikan materi Motivasi Mengajar Al Quran. Ustad Moch. Badrus SM., ST materi Mengajar Al Quran sesi  I dan Nur Cholis Ghozaly (Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim) materi Mengajar Al Quran sesi II.(yrs)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

CLOSE
CLOSE

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional