Gagal Lepas dari Pressing Ketat

  • Selasa, 10 Juli 2018 | 00:49
Gagal Lepas dari Pressing Ketat
Meredam kecepatan barisan glandang serang Indonesia seperti Todd Rivaldo Ferre (kanan) jadi kunci sukses kemenangan Thailand.

Piala AFF U-19 2018, Indonesia Vs Thailand

 SIDOARJO, PETISI.CO – Dukungan penuh lebih dari 26 ribu suporter di Stadion Gelora Delta Sidoarjo tidak dijawab dengan hasil maksimal oleh Nur Hidayat dkk. Indonesia dipaksa menyerah 1-2 dalam laga pamungkas Grup A melawan Thailand, Senin (9/7/2018) malam.

Memutus irama permainan Garuda Nusantara dari lini tengah dengan pressing ketat jadi kunci dominasi Thailand. Dengan modal fisik dan skill merata, tim besutan pelatih Ithsara Sritharo tersebut, tak memberi ruang sedikit pun bagi pemain-pemain Indonesia untuk beraksi.

“Pressing ketat Thailand membuat lini tengah kita kesulitan dalam mengalirkan bola-bola pendek. Ini jadi bahan evaluasi bagi kami agar tidak terulang di semifinal nanti,” kata pelatih Indonesia Indra Sjarif usai pertandingan.

Selain pressing, kegagalan Indonesia menunjukkan penampilan terbaik juga dipengaruhi oleh rotasi pemain. Setidaknya ada tiga nama reguler yang dicadangkan. Seperti striker M Rafli Mursalim, gelandang Witan Sulaeman dan wing bek kiri Asnawi Mangkualam. Kecuali Asnawi, dua pemain itu akhirnya diturunkan di babak kedua.

“Jadwal yang ketat menguras stamina pemain, coba tanyakan kepada semua pelatih yang main di turnamen ini. Semuanya memang ingin menurunkan skuat terbaik, tetapi rotasi tetap jadi pilihan terbaik jika ingin meraih hasil maksimal. Selain itu, laga ini sudah tidak berpengaruh dan kita tetap lolos ke semifinal,” dalih Indra Sjafri.

Pada laga ini, Indra Sjafri memang mencoba berkreasi dengan memasang duet striker Hanis Shagara-Aji Kusuma sebagai starter. Strategi ini mengulang skema ketika melawan Vietnam akhir pekan lalu.

Sayang, taktik ini menyisakan celah di lini tengah dibanding jika hanya memainkan satu striker. Apalagi Aji Kusuma kerap terlambat menutup pergerakan pemain Thailand ketika kehilangan bola.

Akibatnya, lini tengah mutlak dikuasai Thailand. Bombardir serangan Sittichok Paso dkk bahkan mampu menjebol gawang Indonesia di menit 41. Hal ini bermula dari skema serangan balik dari sisi kiri pertahanan Indonesia yang sebenarnya bisa dihalau.

Sayang, bola yang mengarah ke tengah lapangan langsung disambar Muttawut Chootiwat dengan tendangan terukur menghujam pojok kanan atas gawang.

Di babak kedua, Indra Sjafri mencoba kembali ke pakem mengganti Aji Kusuma dengan Witan. Perubahan langsung terasa. Aliran bola yang terputus ketika built up mulai jarang terjadi.

Namun lagi-lagi celah dari sisi kiri menjadi lubang kelemahan. Thailand menggandakan keunggulan kali ini dicetak Matee Sarakum (50). Bayang-bayang kekalahan pertama kali kian besar hingga M Rifat Marasebessy mencuatkan asa.

Sepakan Todd Rivaldo yang membentur mistar disambar Rifat dengan sempurna (84). Gol ini sekaligus mengakhiri catatan clean sheet juara bertahan tersebut di fase grup.

“Banyak kesalahan sendiri yang dilakukan. Hal ini sudah saya tekankan jangan sampai terulang di laga selanjutnya,” kata Indra Sjarif terkait hasil evaluasi yang didapat dari laga melawan Thailand.(hafid)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional