Petisi
PERISTIWA

Gerilya di Madura, Timses Jokowi Temui Kiai di Ponpes Al Hikam Bangkalan

BANGKALAN, PETISI.CO – Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi-KH Maruf Amin terus bergerilya di Pulau Madura. Upaya itu dilakukan agar pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 itu bisa menang di pulau garam itu dalam Pilpres 2019 mendatang.

Gerilya kali ini dilakukan jajaran TKD Jatim di Bangkalan. TKD Jatim yang dikomandani Machfud Arif melakukan silaturahim dengan para kiai di Ponpes Al-Hikam, Bangkalan, Madura, serta berziarah ke makam Syaichona Cholil, Jumat (9/11/2018).

“Alhamdulillah, ini Jumat berkah bisa tabarruk dengan para ulama. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, kami punya harapan agar Syaichona Cholil bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” kata Ketua TKD Jatim Machfud Arifin bersama puluhan jajaran TKD Jatim.

Syaichona Cholil adalah guru para ulama besar, seperti KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Bisri Mustofa, KH Nawawi, KH Asad Syamsul Arifin. Banyak pesantren di Indonesia mempunyai keterkaitan dengan Syaichona Cholil, baik langsung maupun tidak.

Syaichona Cholil juga meminta KH Asad Syamsul Arifin untuk mengirim isyarah berupa tongkat ke KH Hasyim Asyari, yang kemudian dikenal sebagai awal mula cerita berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

“Dari Syaichona Cholil lahir banyak ulama besar dan tokoh-tokoh yang menjaga bangsa ini dari kehancuran dan perpecahan. Bisa dibayangkan jika tidak ada murid-murid beliau hingga saat ini yang dikenal sebagai ulama penjaga keindonesiaan,” ujar Machfud.

Pihaknya memahami bahwa para kiai pasti tidak memusingkan gelar pahlawan. Namun, gelar pahlawan nasional itu adalah wujud penghargaan terhadap jasa ulama, khususnya Syaichona Cholill, yang sangat besar bagi bangsa ini.

“Sehingga ini perlu inisiasi untuk mengusulkan beliau sebagai pahlawan nasional, merisetnya, merancang kajian akademiknya. Kami sepenuhnya berharap itu dan siap mendukung,” imbuh mantan Kapolda Jatim itu.

Di Ponpes Al-Hikam, kehadiran TKD Jokowi-KH Maruf Amin disambut pengasuh Ponpes Al-Hikam KH Nuruddin A. Rahman. Di sana juga digelar pertemuan terbatas dengan 30 ulama Bangkalan dan sekitarnya, di antaranya dihadiri KH Muhaimin Maki, KH Sirajul Umam, KH Fathurrozi Jamil, KH Jazuli Nur, dan KH Mahrus Cholili.

KH Nuruddin A. Rahman mengatakan, dari hari ke hari dukungan untuk Jokowi-KH Maruf Amin di Pulau Madura semakin besar. Sejumlah kebijakan Jokowi sebagai presiden berjalan di Madura. Yang terbaru adalah menggratiskan Jembatan Suramadu yang Insya Allah bisa bermanfaat bagi warga Madura.

“Ada kiai Maruf Amin, beliau ulama sepuh, mantan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama. Kami ini punya kewajiban moral. Kalau kata orang Madura, ta’ teghah (tak tega) melihat beliau berjuang sendirian,” ujar wakil Rais Syuriah PW Nahdlatul Ulama Jatim tersebut. (bm)

 

terkait