Petisi
Massa Pendukung Jokowi-Ma'ruf Nekad Hadiri Nobar
PILPRES

Hujan Deras, Massa Pendukung Jokowi-Ma’ruf Nekad Hadiri Nobar

SURABAYA, PETISI.CO Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya tak menyurutkan massa pendukung pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) debat Capres-Cawapres di JX International, Surabaya, Kamis (17/1/2019) malam.

Target 1.500 orang yang dicanangkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf pun terpenuhi. Bahkan, mereka sudah tiba di lokasi sebelum acara dimulai pukul 18.00 WIB.

“Yang hadir lebih dari 1.500 orang. Kami ingin masyarakat yang hadir disini bisa melihat dan mendengar langsung visi misi yang disampaikan oleh Jokowi-Ma’ruf,” kata Letua TKD Jatim, Irjen Pol (purn) Machfud Arifin di sela nobar.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda dengan maksud untuk mengajak seluruh tim untuk mengetahui lebih dalam visi dan misi paslon nomor urut 01. Karena selama ini, banyak yang belum memahami visi misi Jokowi-Ma’ruf di pilpres 2019.

“Harapan kita hadir menyaksikan yang jelas kita mengharap Pak Jokowi lancar di debat ini. Ini sekaligus untuk kita agar bisa menyerap visi misi Pak Jokowi,” ujarnya.

Selanjutnya, Machfud bersama timnya akan menggerakkan seluruh tim pemenangan untuk bisa menyampaikan program dari Jokowi-Ma’ruf kepada masyarakat. “Target kita adalah bisa menyumbang 70 persen suara,” tandas mantan Kapolda Jatim itu.

Mantan juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Pribowo hadir dalam nobar ini. Kepada wartawan, doa mengaku hadir di acara nonton bareng karena diundang menjadi pembicara. “Saya jadi pembicara,” ucapnya.

Ketika disinggung banyaknya pejabat yang jadi tersangka korupsi, Johan menyebut hal itu bukan menjadi catatan negatif di masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Malah di pemerintrahan Jokowi tidak pandang bulu terhadap siapapun yang korupsi pasti ditindak.

“Ada yang mengatakan korupsi di saat ini stadium berat. Atau kalau penyakit kanker udah stadium empat, itu salah besar. Zaman Jokowi semua bisa jadi tersangka. KPK diberi peluang cukup luang untuk melaksanakan tugasnya, Ini menunjukkan Pak Jokowi tidak intervensi apapun,” jelasnya. (bm)

 

terkait