Petisi
Gas Elpiji mulai langka di Bondowoso
EKONOMI

Jelang Lebaran, Gas Elpiji 3 Kg Mulai Langka di Bondowoso

BONDOWOSO, PETISI.CO – Menjelang lebaran,  ketersediaan stok tabung gas elpiji berukuran 3 kg dengan berwarna hijau, di Kabupaten Bondowoso,  mulai naik drastis. Selain naik, juga sulit untuk didapatinya.

“Dari awal Ramadhan saya kelimpungan mencari gas elpiji 3 Kg. Di warung-warung juga sangat sulit,” ujar Yuni (38), salah seorang warga Kecamatan Bondowoso,  Kamis (30/5/2019).

Yuni mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kelangkaan tabung gas elpiji berukuran 3 kg ini. Hanya saja, saat berniat isi ulang cukup sulit untuk diperoleh. Bahkan tak jarang pula ibu satu anak itu menyisir ke sejumlah warung-warung ke luar desa, bahkan luar kecamatan.

“Kemarin saya nyari sampai ke Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang,  tetap tidak dapat,” keluhnya.

Menurutnya, jika pun ada dirinya harus rela merogoh kocek Rp 20 ribu/tabung. Namun dia tidak keberatan asalkan mudah memperoleh tabung gas tersebut.

“Kalau untuk harga, biarpun mahal saya tetap beli, kan butuh. Yang bikin repot, udah mahal, juga sulit didapat. Mau beli saja kita susah apalagi ini bulan puasa,” sambung emak-emak warga jalan Santawi.

Kondisi serupa juga dialami Ilham (35), salah satu aktivis di Bondowoso. Dia mengaku kecewa dengan kelangkaan gas elpiji, seakan sudah menjadi persoalan rutin.

“Terkadang kondisinya normal, tapi beberapa waktu kemudian gas melon kembali langka. Sangat disayangkan karena buktinya pemerintah tidak bisa menemukan solusi untuk menengahi persoalan ini,” katanya.

Saya menduga, lanjut Ilham, ada permainan dari sub penimbunan pasokan ini, guna menaikan nilai jual lebih tinggi.

“Ini perlu ada tindakan dari team terpadu daerah, baik dari dinas terkait maupun satgas pengamanan pasokan gas elpiji, demi kebutuhan masyarakat, menjelang hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.(tif)

terkait