Petisi
ilustrasi pilkada.
BERITA UTAMA

Jelang Pilgub Bali, Kandidat Internal PDIP Bermunculan

DENPASAR, PETISI.CO – Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster, boleh saja mengklaim bahwa dirinya telah mendapat restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, untuk tampil sebagai calon gubernur pada Pilgub Bali 2018. Namun, sebelum ‘janur kuning melengkung’, segala kemungkinan masih mungkin saja terjadi.

Apalagi dari banyak pengalaman, PDIP sering mengambil keputusan di ‘injury time’. Bukan itu saja, PDIP juga tak jarang mengubah keputusannya, dengan mengganti rekomendasi yang bahkan telah disahkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) DPP PDIP.

Bukan tak mungkin, hal seperti ini akan terjadi jelang Pilgub Bali 2018. Apalagi, masih ada waktu sebelum DPP PDIP menerbitkan rekomendasi. Belum lagi, selain nama Koster, ada juga nama lainnya dari internal PDIP yang mengumumkan kesiapannya untuk bertarung di Pilgub Bali mendatang.

Mereka adalah mantan Bupati Tabanan yang kini duduk sebagai Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dan Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Baik Wiryatama maupun Rai Mantra, mengaku siap segalanya apabila ditugaskan oleh PDIP untuk bertarung di Pilgub Bali.

Lalu, apa reaksi PDIP menyusul mencuatnya nama Rai Mantra beberapa hari terakhir? Partai berlambang kepala banteng moncong putih itu ternyata tak resah. “Itu hak pribadi, hak politik seseorang. Apalagi dalam hal pemilihan pemimpin, setiap warga punya hak untuk dipilih dan memilih. Jadi, sah-sah saja (Rai Mantra menyatakan kesiapannya untuk maju). Tidak perlu diperdebatkan,” tutur fungsionaris DPD PDIP Bali Kadek Diana, di Gedung DPRD Bali, Selasa (3/1/2016).

Pihaknya tak resah dengan kemunculan nama Rai Mantra, konon karena DPP PDIP sudah menjanjikan bahwa penerbitan rekomendasi calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk Pilgub Bali 2018, akan dipercepat.

Di sisi lain, Wayan Koster juga sudah mendapat dukungan untuk tampil sebagai calon gubernur. Bahkan, Wayan Koster sudah menunjuk nama mantan Bupati Gianyar Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace sebagai calon wakil gubernur. Wayan Koster juga sudah memastikan bahwa Paket Koster – Cok Ace sudah final dan tidak bisa diutak-atik lagi.

“Jadi kalau ada yang mau maju di luar paket Koster – Cok Ace, tak usah dipolemikkan. Toh pada akhirnya rekomendasi yang menentukan. Dan kali ini rekomendasi dipercepat. Januari ini sudah diterbitkan,” tegas Kadek Diana, yang ditemui usai memimpin rapat Fraksi PDIP DPRD Bali.

Lalu, kenapa dari 9 kabupaten dan kota di Bali, hanya Kota Denpasar yang belum menggelar deklarasi dukungan untuk Koster Bali Satu (KBS)? Apakah ini sinyal bahwa Kota Denpasar cenderung mendukung Rai Mantra?

Ditanya demikian, Kadek Diana hanya menjawab diplomatis. Sepengetahuannya selaku pengurus DPD, DPC PDIP Kota Denpasar sudah menyiapkan jadwal deklarasi KBS. Begitu juga soal kabar bahwa DPC PDIP Kota Denpasar baru menggelar deklarasi setelah adanya rekomendasi, Kadek Diana hanya menjawab singkat.

“Kalau deklarasi itu menunggu rekomendasi, itu sah-sah saja dengan mengacu pada mekanisme dan aturan partai,” pungkas Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali itu.(kev)

terkait