Petisi
Wakil Presiden Joesup Kala Saat menyerahkan Piala AdiPura Kepada Pemkab Blitar
ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Kabupaten Blitar Kembali Meraih Adipura 2018

 Setelah Menunggu 3 Tahun

BLITAR, PETISI.CO – Kabupaten Blitar Senin (14/1/2019), bertempat Auditorium Dr. Soejarwo Gedung Manggala Wanabhakti KLH, Kabupaten Blitar telah menerima penghargaanTtropi Nirwasita Tantra dan Adipura Tahun 2018, dalam kategori kota kecil. Penghargaan bergengsi tersebut, diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Drs. Totok Subihandono, M.Si.

Sekda Kabupaten Blitar Menerima Piala Adipura

Drs. Totok Subihandono, M.Si, Sekda Kabupaten Blitar dalam sambutanya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh OPD dan masyarakat yang telah suskes kembali meraih penghargaan Tropi Adipura, yang mulai sejak tahun 2015 sampai tahun 2016 belum  mendapatkan tropi serupa. Untuk itu Totok mengharap, penghargaan ini sebagai pemicu untuk terus menjaga dan mengolah lingkungan agar tetap bersih, walupun sudah mendapatkan penghargaan.

“Alhamdulillah, kali ini kita mendapat Ttropi Nirwasita Tantra dan Adipura Tahun 2018, dalam kategori kota kecil. Dan ini, sebagai pemicu tahun depan agar mendapatkan lagi,” pintanya.

Lebih lanjut Totok menjelaskan, penghargaan Nirwasita Tantra (Green Leadership) ini, telah mengacu pada, Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanggal 30 Oktober 2018 Nomor : SK.456/ MENLHK/ SETJEN/ DTN.0/ 10/ 2018 tentang Penetapan Penerima Penghargaan Nirwasita Tantra pada Tahun 2018. Yang di dalamnya ada tiga kategori, yaitu, besar, sedang, dan kecil, yang penilaianya berdasarkan pada kepadatan penduduk dan pendapatan daerah.

Dalam ajang ini terus meningkat setiap tahunnya, tercatat pada tahun 2016, daerah yang ikut sebanyak 86, terdiri atas 29 provinsi, 36 kabupaten, dan 21 kota. Pada tahun 2017 mengalami peningkatan peserta menjadi 174 daerah (meningkat 102%), dengan rincian 24 propinsi, 41 kota, dan 109 kabupaten.

Kemudian pada tahun 2018 kembali meningkat menjadi 217 daerah (meningkat 24%), yang terdiri dari 26 provinsi, 52 kota, dan 139 kabupaten. Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi Kota Bersih dan Teduh. Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali, pada 5 Juni 2002, dan berlanjut sampai sekarang.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Daerah maupun Kepala Daerah yang mendapatkan penghargaan tersebut. Dia berharap, anugerah itu bukan sekadar prestasi yang layak untuk dibanggakan. “Namun yang  terpenting adalah, bukti bahwa daerah bersangkutan benar-benar mampu mengelola lingkungan bersih, teduh sesuai semangat dari dilaksanakannya program Adipura,” jelasnya.

Di tempat yang sama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar berpesan, titik berat penilaian Adipura adalah kebersihan dan berbagai elemen di dalamnya. Anugerah Adipura ini tak semata kebanggaan bagi masyarakat di daerah bersangkutan. “Namun juga merupakan sebuah prestasi bagi pemerintah daerah. Artinya mereka mampu memanajemen lingkungan di wilayahnya,” papar Siti. (adv/hms/min)

terkait