Kawanan Perampok Hajar Dua Penjaga SMAN 1 Tapen Bondowoso

  • Jumat, 21 Juli 2017 | 16:33
Kawanan Perampok Hajar Dua Penjaga SMAN 1 Tapen Bondowoso
Korban Insan saat ditolong oleh Jono

BONDOWOSO, PETISI.CO – Bertempat di SMA Negeri  01 Tapen Bondowoso, jalan raya Desa Cindogo no 2  Kecamatan Tapen,  telah terjadi penganiayaan oleh berapa orang yang dicurigai sebagai perampok.

Korban adalah Insan Asari (43) warga Desa Gunung Anyar mengalami luka bagian lengan dan kepala, akibat sabetan senjata tajam. Sedangkan Hafid (42), warga Jurangsapi yang juga berprofesi sebagai penjaga malam di sekolah tersebut mengalami luka memar di bagian kepala akibat hantaman batu yang dilakukan kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah lebih dari 10 orang.

Hasil konfirmasi dengan Jono (46) staf TU  yang menempati rumah dinas di belakang sekolah yang saat itu nyaris juga jadi sasaran amukan kawanan perampok, dia dan istrinya Sri Murniyanti (45) terkejut mendengar teriakan orang tidak dikenal dari luar dan menyuruh agar orang yang berada didalam rumah untuk segera keluar.

Karena tidak segera keluar, akhirnya kawanan tersebut melempari kaca jendela dengan paving berulang kali dan mengenai betis kaki sebelah kanan Jono.Tidak puas dengan lemparan saja, kawanan tersebut menggedor-gedor pintu rumah dan lagi-lagi menyuruh Jono keluar.

Awalnya Jono nekad ingin keluar andai saja kawanan tersebut hanya berjumlah 3 orang, tapi berhubung orang yang diluar banyak, akhirnya Jono teriak-teriak minta tolong.

Rupanya teriakan tersebut menyiutkan nyali kawanan perampok tersebut. Dirasa sudah aman, akhirnya Jono memberanikan dirinya keluar dari rumahnya dan mengecek sekitar sekolahan. Alangkah terkejutnya mendapati kedua temannya sudah bersimbah darah dan mulutnya diplester.

Ceceran darah dari Insan dan Hafid terlihat jelas dari ruang T.U sampai dibelakang kelas 10 akibat seretan kawanan tersebut. Ahirnya Jono melapor ke Farouk selaku Kepala Desa Cindogo, kemudian diteruskan laporannya ke Polres Bondowoso.

Tidak berselang lama, petugas ke TKP. Hasil olah TKP sementara, bahwa motif penganiayaan masih pendalaman.

Anehnya, barang- barang inventaris kantor satupun tidak ada yang diambil oleh kawanan tersebut. Padahal isi brankas juga banyak menurut keterangan salah satu guru.

Kepala Sekolah SMA 1 Tapen Basri SPd.Mpd ketika dikonfirmasi petisi.co mengatakan, ini adalah suatu cobaan bagi dunia pendidikan, terutama di SMA 1 Tapen dan semoga tidak akan terjadi lagi di sekolah sekolah manapun. (bam)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional