Petisi
Prajurit TNI Kompi bantuan Batalyon Infanteri 711/Raksatama Palu, saat berbagi dengan korban bencana alam gempa bumi dan likuefaksi, Kabupaten Sigi
PERISTIWA

Kiban 711/Rks Berbagi Dengan Korban Bencana Alam di Sigi

PALU, PETISI.CO Prajurit TNI Kompi Bantuan (Kiban) Batalyon Infanteri (Yonif) 711/Raksatama Palu, berbagi dengan korban becana alam gempa bumi dan likuefaksi, wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

“Kami melihat masih banyak masyarakat korban bencana yang perlu perhatian, seperti di daerah Sigi Biromaru,  Kabupaten Sigi yang sebagian masih tinggal di tenda-tenda, meskipun sudah kurang lebih delapan bulan bencana berlalu,” kata Danyonif 711/Rks Letkol Inf Fanny Pantouw, di Palu, Jumat (14/6/2019).

Seperti diketahui, kata Letkol Fanny, wilayah Kabupaten Sigi adalah salah satu dari daerah yang menjadi korban bencana alam, dan yang parah dampaknya.

“Pagi ini remaja kiban berjumlah 26 orang, prajurik yang belum menikah tinggal dibarak, telah melaksanakan penyerahan bantuan kepada korban pasca gempa dan likuefaksi di daerah Sigi Biromaru Kabupaten Sigi yang dipimpin Sertu Faizal,” katanya.

Komandan Batalyon Infanteri  711 ini katakan, bantuan yang diberikan oleh puluhan anggotanya tersebut, sebagai bentuk kepedulian pihaknya kepada para korban bencana alam.

Bantuan yang diberikan  kepada korban bencana alam di Kabupaten Sigi ini berupa 40 karung beras total 200 kg, 15 karton Indomi Soto, dua lusin teh ukuran kecil, dua karton top coffe, satu karung gula pasir, empat karton sembako brupa minyak goreng, sirup abc, dan sejenisnya serta satu karung pakaian bekas layak pakai.

“Ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, karena kami melihat masih banyak masyarakat korban bencana yang masih tinggal mengungsi dan tinggal di tenda-tenda, yang butuh perhatian,” katanya.

“Yonif 711/Raksatama ini terdiri dari lima Kompi yaitu, Kompi senapan A, Kompi Senapan B, Kompi senapan C, Kompi bantuan (Kiban) dan Kompi Markas (Kima). Nah, yang melaksanakan bhaksos remajanya Kompi bantuan (Kiban),” sambungnya.

Sebelumnya, kata Fanny Pantouw pihaknya juga melakukan bhakti sosial di korban bencana alam di Balaroa dan di Panti Asuhan Baitul Rahim Kota Palu.

Alasannya, kata dia, berkat doa para korban ini pihaknya  dapat sukses dan selamat dari penugasan Pamrahwan Maluku 2018-2019, yang mana dua bulan sebelum terjadi bencana di Palu pasukannya berangkat.

“Ini ungkapan syukur Purna tugas kami, kali ini tidak digelar dengan panggung prajurit, namun ucapan syukur kami, diwujudkan dengan berbagi suka dengan saudara kita yang jadi korban bencana,” tandasnya. (slo)

terkait