Petisi
Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo
EKONOMI

Lebaran 2019, Jumlah TKI yang Mudik Diprediksi Meningkat

SURABAYA, PETISI.CO – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur (Jatim) memprediksi jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mudik lebaran meningkat dibanding tahun lalu. Tahun ini, diprediksi ada sekitar 7.000 pekerja migran yang mudik pada lebaran Idul Fitri 2019.

“Hampir setiap tahun jumlah pekerja migran ini selalu meningkat. Kebanyakan berasal dari Hongkong dan Taiwan. Jumat (31/5/2019) besok, kita berencana menyambut kedatangan mereka di Bandara Juanda,” kata Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo, Kamis (30/5/2019).

Dijelaskan, sejak tanggal 6 hingga 26 Mei kemarin, pekerja migran yang datang ke Jatim sudah mencapai 3.052 orang. Dengan rincian dari Hongkong sebanyak 1.145 orang, Taiwan 1.157 orang, Singapura 388 orang, Malaysia 268 orang, Brunei 62 orang, Uni Emirat Arab 17 orang, Macau 4 orang, Saudi Arabia 2 orang, Korea Selatan 5 orang dan lainnya 4 orang.

Jumlah tersebut, akan terus bertambah hingga sehari menjelang lebaran. “Kita siapkan posko. Di posko ini, ada petugas yang memberikan informasi kepada para pekerja migran di Juanda. Sehingga kita berharap mereka tidak tertipu oleh calo ataupun oknum yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Selain posko, Disnakertrans juga menyediakan shelter. Jika ada yang masih belum dijemput dan butuh penginapan maka shelter yang dibuka oleh Disnakertrans ini bisa dimanfaatkan para pekerja migran ini.

Meski demikian Shelter ini hanya mampu menampung 10 orang. “Namun kita juga siapkan shelter ini disiapkan di kawasan Bendul Merisi. Pekerja migran ini  menyebar daerah asalnya. Kalau Hongkong banyak dari Malang, Banyuwangi, kalau Taiwan banyak juga dari Trenggalek, Madiun, dan berbagai wilayah di Jawa Timur,” katanya.

Untuk memfasilitasi keselamatan pekerja migran, Disnakertrans juga memberikan fitur SOS panic button. Fitur ini bisa memproteksi bagi pekerja migran setelah pulang dari luar negeri  saat memasuki bandara dalam negeri hingga masuk pintu rumah di kampung halaman.

“Tujuannya untuk memudahkan pekerja migran mendapatkan akses informasi dan bantuan jika terjadi situasi kritis dari kriminalitas maupun sakit berupa tindakan atau ambulance. Fitur ini ini juga memudahkan petugas untuk melayani, menjemput, mendata sampai menyiapkan moda angkutan yang aman sampai tujuan tiba di rumah,” paparnya. (bm)

terkait