Petisi
Rektor lama ITN Malang Dr. Lalu Mulyadi MT menyerahkan dokumen pada rektor ITN baru.
PENDIDIKAN

LLDIKTI Mengaku Pusing Jika Pemilihan Rektor Bermasalah

MALANG, PETISI.CO – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), Wilayah VII Jawa Timur mengaku pusing kalau ada konflik dalam pemilihan rektor.

“Namun hanya di ITN Malang pergantian rektornya tidak membuat pusing bagi LLDIKTI,” ungkap Kepala  (LL Dikti) wilayah VII Jawa Timur Prof Dr Ir Suprapto DEA saat memberikan sambutan dalam pelantikan rektor ITN Malang di aula serbaguna ITN Malang, Kamis (28/2/2019).

Prof. Dr. Ir. Suprapto DEA, memuji proses pilrek ITN yang tak gaduh.

“Sejak prosesnya gak ada demo-demo apalagi bertengkar atau sikut-sikutan, ” pujiannya disambut tepuk tangan undangan.

Rektor Lama menandatangani serah terima jabatan.

Ditambahkannya, dari  326 PTS di Jawa Timur ada yang membuat pusing ada pula yang sampai sekarang membuat pusing.

“Sebagian tenang, sebagian ada yang membuat pusing. Semoga yang membuat pusing juga menjadi tenang,” harapnya.

Di depan civitas akademika ITN, dan undangan termasuk Wawali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko Kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LL Dikti) wilayah VII Jawa Timur mengungkapkan,  pergantian pimpinan rektor merupakan hal yang biasa dan menjadi bagian penyegaran dalam kehidupan kampus.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana PTS, yang jumlahnya di jawa timur sebanyak 326 ini bisa mengalahkan PTN yang ada di jawa timur,” tandasnya.

Rektor ITN yang baru dilantik, Dr. Kustamar Ustmart MT

Sementara itu Rektor ITN lama, DR. Lalu Mulyadi MT mengungkapkan, usia ITN yang ke 50 tahun.

“ITN Malang sudah melalui tonggak sejarah pertama, dan saat ini mempersiapkan diri memasuki tonggak ke dua tentu saja perjuangan untuk itu tidak mudah ibaratnya kapal layar memasuki lautan yang sangat luas dan ombak tinggi,” jelasnya.

Sedangkan DR. Kustamar MT, Rektor baru juga menyatakan keberhasilan rektor lama harus terus ditingkatkan.

“Dosen tidak  bisa menyuruh belajar, namun dosen juga mengajak mahasiswa untuk belajar,” ujarnya.

Kedepan diharapkan, ada pemodal tangisan membangun industri dimana mahasiswa bisa melakukan praktek lapangan dan diterima di Industri. (ris/eka)

 

terkait