Lumajang Jadi Pilot Project Imunisasi Measles Rubella

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 23:40
Lumajang  Jadi Pilot Project Imunisasi Measles Rubella
Lumajang Jadi Pilot Project Imunisasi Measles Rubella

Sempat di Posisi Buncit se-Jatim

 LUMAJANG, PETISI.CO – Sempat diposisi paling bawah dari 38 kabupaten /kota  se-Jawa Timur dalam cakupan vaksin Measles Rubella (MR) beberapa hari lalu, dihari terakhir, secara mengejutkan, Sabtu 30 September 2017, Kabupaten Lumajang menyodok diposisi puncak, dengan capaian cakupan dengan target 99,97 persen.

Bupati Lumajang, Drs. As’at Malik tidak menyangka jika capaian cakupan imuniasi MR di Lumajang melampaui target nasional. Meski demikian, Bupati mengatakan, pemerataan tersebut belum terlaksana karena ada berbagai hambatan di lapangan.

“Banyak kendala di lapangan, seperti, proyeksinya terlalu tinggi, kemungkinan anak bersekolah di tempat lain (di luar kota-red). Dan hingga Sabtu tanggal 30 September kemarin masih ada anak yang sakit,” kata Bupati, Senin (02/10/2017).

Ia juga menjelaskan ,sebelumnya, Kabupaten Lumajang sempat keteteran, lantaran cakupan imunisasi MR belum memenuhi target nasional, sehingga membuat  Bupati Lumajang berfikir untuk bisa memenuhi target yang diharapkan.

Untuk memenuhi capaian tersebut, Bupati Lumajang melayangkan surat perintah untuk percepatan capaian cakupan imunisasi MR kepada Camat, Kepala Puskesmas, Kepala UPT Dinas Pendidikan.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan yakni dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Termasuk tenaga dokter spesialis anak RSUD dr. Haryoto untuk turun gunung ke Sekolah dan ke Pondok Pesantren yang cakupannya rendah.

“Alhamdullah tanggal 30 September, kita sukses mengejar keterlambatan, sehingga bisa meraih cakupan diatas target nasional,” ujar Bupati Lumajang Drs. As,at Malik Senin (02/10/2017).

Menurut Bupati, di Lumajang ada sekitar 217 ribu anak yang harus disuntik imunisasi MR. Dari jumlah tersebut sekitar 1.136 anak yang belum disuntik.

“Meski diberi waktu dua minggu untuk menyelesaikan cakupan yang kurang, semoga sebelum dua minggu bisa diselesaikan. Itupun dua minggu belum selesai, anak yang tidak mau disuntik tidak bsa dipaksa,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) untuk Indonesia yang berkantor di Surabaya, Muhammad Reazul Hasan mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang,  sehingga bisa memenuhi target nasional cakupan Imunisasi MR.

“Sempat terkendala Lumajang, tapi alhamdulillah Lumajang dapat menyelesaikan. Sekarang Lumajang terbaik di seluruh Jawa dan menjadi Pilot Project,” ungkap Hasan saat menyampaikan pendapat dalam jumpa pers di Kantor Pemkab Lumajang.(ulum)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional