Petisi
Mahfud MD Pimpin Jelajah Kebangsaan di Jember
BERITA UTAMA PERISTIWA

Mahfud MD Pimpin Jelajah Kebangsaan Menggunakan Kereta Api

JEMBER, PETISI.CO – Ketua Suluh Kebangsaan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., yang melakukan Jelajah Kebangsaan menggunakan kereta api singgah di Stasiun Jember  disambut Bupati Jember dr. Hj. Faida. MMR.

Jelajah Kebangsaan, menurut Bupati, sangat bermanfaat untuk menjaga rasa kebangsaan dan persatuan negera kita.

Jelajah Kebangsaan sebenarnya tidak ada jadwal ke Jember. Namun, singgahnya tim pada hari Kamis (21/2/2019), menurut bupati sangat berarti bagi semua.

Rombongan yang datang  sekitar jam 15.30 wib langsung menggelar diskusi kebangsaan di ruang VIP PT KAI Daop IX Jember,  bersama Bupati Jember, dr Faida, MMR, diantaranya Romo Beni, dan lain sebagainya. Hadir juga Rektor Unmu Jember, dan perwakilan mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, Mahfud mengajak masyarakat untuk melawan hoax. “Karena akibat berita hoax bisa membuat orang  saling membenci, hal ini akan menimbulkan keresahan bagi keberlangsungan ikatan bersatunya kita sebagai orang Indonesia, apalagi saat Pemilu,” tegas Mahfud.

Menurutnya, lebih baik menggunakan hak pilihnya untuk mencari pemimpin dan wakil rakyat yang dianggap baik sesuai dengan hati nurani masing-masing, apapun pilihannya, jangan sampai merusak ikatan persaudaraan bangsa Indonesia untuk selamanya.

Jika terdapat kecurangan ada pengadilannya,  ada MK. Sehingga kita hidup berpemilu ini, berdemokrasi, dengan tertib. Jangan melempar hoax.

“Mari jadikan Pemilu sebagai pesta demokrasi. Pesta itu tidak ada yang menakutkan. Pesta itu selalu menyenangkan,” ujarnya.

Pesta demokrasi itu memilih calon-calon wakil kita sendiri, partai sendiri, dan pasangan menurut selera.

“Mari kita bersatu. Memilih pemimpin dan wakil rakyat hanya lima tahun, sedangkan ikatan persaudaraan kita untuk selamanya. Selama Indonesia masih ada,  kita masih bersaudara sebagai sesama anak bangsa,” pungkas Mahfud.

Selanjutnya Bupati Faida mengatakan rasa kebangsaan kita saat ini sedang terganggu, penyebabnya salah-satunya berasal dari berita hoax.

Begitu banyak orang yang menganggap hoax itu adalah hal biasa. Namun, justru hal itu yang dapat  memecah belah bangsa dan merusak etika berbudaya dan berbangsa.

Bagi Bupati, hoax adalah kata-kata yang tidak bertanggungjawab, yang tidak bisa dibiarkan, tidak boleh dianggap remeh, harus dilawan dan diluruskan.

“Orang harus cerdas membedakan yang mana yang hoax, yang mana yang fakta,” tegasnya.(eva)

terkait