Petisi
Dua PSK wisma di eks Lokalisasi Moroseneng.
HUKUM

Nekat Buka, Dua Wisma Eks Moroseneng Digerebek Polisi

SURABAYA, PETISI.CO – Meski sudah ditutup, namun geliat prostitusi di kawasan eks Lokalisasi Moroseneng, Benowo masih ada. Polisi mengerebek dua wisma yang masih digunakan untuk praktik prostitusi.

“Praktik prostitusinya dilakukan secara terselubung,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada wartawan, Selasa (16/5/2017).

Dua wisma yang digerebek itu adalah Wisma Sriwijaya dan Wisma Srikandi. Kedua wisma itu berlokasi di Jalan Sememi I, Benowo. Dari dua wisma itu, polisi mengamankan seorang muncikari berinisial SNY (44), warga Sememi.

Agar tak mengundang kecurigaan baik polisi dan satpol PP, wisma tersebut pada bagian depan dibiarkan seperti tak terawat dan kumuh. Namun pada bagian dalam keadaannya berbeda. Kondisinya lebih bersih dan terawat.

Dalam modusnya, sang muncikari tak secara terang-terangan menerima tamu. Dia melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Dia melayani pelanggan yang sudah mengontak dirinya. Bila sudah sepakat, maka sang muncikari menghubungi sang PSK agar segera ke wisma untuk melakukan pelayanan.

“Ada tiga PSK, satu di Wisma Sriwijaya dan dua di Wisma Srikandi,” kata Shinto.

Tarif yang dikenakan pada pelanggan untuk satu kali layanan atau per satu jamnya adalah Rp 160 ribu. Tarif itu dibagi kepada sang muncikari Rp 20 ribu, PSK Rp 70 ribu, dan sewa kamar Rp 70 ribu.

“Bersama Satpol PP kami akan terus tingkatkan pengawasan di lokasi eks lokalisasi, tidak hanya di sini, tetapi juga eks lokalisasi yang lain,” tandas Shinto. (han/dt)

 

terkait