Olimpiade Catur Tingkat Madrasah Aliah se Jombang

  • Reporter:
  • Sabtu, 13 Januari 2018 | 18:56
Olimpiade Catur Tingkat Madrasah Aliah  se Jombang
Technical meeting (TM) Olimpiade Olahraga Catur tingkat Madrasah Aliah (MA) se-Kabupaten Jombang, dipimpin guru MAN Mojoangung Siti Lilik Mas'ulah

Wahyudi Dipercaya Sebagai Kepala Wasit

JOMBANG, PETISI.COTechnical meeting (TM) Olimpiade Olahraga Catur tingkat Madrasah Aliah (MA) se-Kabupaten Jombang, dipimpin guru MAN Mojoangung Siti Lilik Mas’ulah di Aula MAN I Jombang, Sabtu (13/1/2017).

Siti Lilik Mas’ulah, guru MAN Mojoagung yang  juga Sekretaris PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Jombang, dalam tehcnical meeting memaparkan, Olimpiade Catur tingkat MAN se Jombang dilaksanakan tanggal 16 Januari 2018, dengan Kepala Wasit Wahyudi Sulistya WD. Wasit  Siti LiliK M. SPd. WD dan Pairing oleh Ama Noor Fikri MSi. WD, bertempat  di MAN I Jombang.

Sistem pertandingan, lanjut Lilik, menggunakan sistem Swiss manager, 5 babak melihat peserta dengan peraturan pertandingan menggunakan FIDE PERCASI yang berlaku. batas WO dipertandingan nantinya 10 menit setelah pertandingan dimulai.

Waktu berfikir 25 menit bagi setiap pemain. Apabila batas waktu yang ditentukan belum selesai, maka pemain diberlakukan menggunakan jam catur.

Peserta dilarang mengaktifkan handphone (HP). Apabila HP tersebut berbunyi saat pertandingan berlangsung, maka pemain dinyatakan kalah.

Lilik Juga menjelaskan, setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirim atletnya  dua siswa dan dua siswi. Siswa harus benar- benar kelas X dan XI Madarasah Aliyah di Jombang. “Harus memakai seragam sekolah, batas pendaftaran tanggal 15 Januari 2018,” paparnya.

Wahyudi Sulistya, Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan PERCASI Jombang

Wahyudi Sulistya, Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan PERCASI Jombang  yang juga sebagai pelatih, dikonfirmasi menjelaskan,  bermain catur harus sportif dengan tidak menggangu konsentrasi lawan yang sedang berpikir. Selain itu, berjiwa atlet dengan selalu berpedoman pada semboyan Catur,  Gen’s Una Sumus, yang artinya kita satu keluarga.

“Melangkah bergantian, pemain buah putih  berjalan lebih dulu, lalu kemudian pemain buah hitam jalan,” jelasnya.

Lanjut Wahyudi,  buah yang sudah dipegang harus dijalankan, terkecuali buah tersebut tidak mungkin untuk dijalankan.

Langkah yang dinyatakan sudah selesai, apabila tangan melepaskan buah yang dipegang. Buah yang dipegang, dan menyentuh buah lawan, harus dimakan, kecuali buah tersebut tidak mungkin untuk dimakan.

Rokade, Raja harus dipegang duluan, dengan ketentuan raja tidak diancam oleh buah lawan. Raja dalam keadaan terancam (open), dan lawan salah melangkah, langkah tersebut bisa diulang dengan langkah lain.

Bidak yang terdorong dua langkah, dan sejajar dengan buah lawan, terserah pemain yang bersangkutan,  dimakan atau tidak (en passant) dilakukan saat itu saja.

Bidak Promosi, atau bidak di petak akhir harus diganti, terserah pemainbitu sendiri. Skak boleh bilang dan boleh tidak bilang.

Buah yang dinyatakan mati jika lawan menyerah, Raja lawan mati, apabila waktu berpikir sudah habis. “Buah yang dinyatakan remis atau draw, dari persetujuan kedua belah pihak, Skak abadi 3 kali berturut turut. bangunan sama berturut-turut 3 kali dan tidak saling makan,”  pungkas Wahyudi.(rahma)

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional