Panen di Daerah Aliran Sungai Brantas Bisa Empat Kali

  • Kamis, 5 Januari 2017 | 17:49
Panen di Daerah Aliran Sungai Brantas Bisa Empat Kali
Peninjauan Ruang Kontrol Perum Jasa Tirta I, Jl. Surabaya Kota Malang

MALANG, PETISI.COJika pembibitan petani di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas tidak dilakukan di lahan pertanian tetapi di tempat lain, maka panen bisa dilakukan empat kali. Karena siklusnya panen, tanam, bibit, tanam. Ini khas Brantas karena air berlimpah.

“Jika dimungkinkan pembibitan tidak di lahan, tetapi di tempat lain, atau bibit disediakan oleh Kementerian Pertanian, maka wilayah DAS Brantas bisa panen empat kali,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat meninjau Ruang Kontrol Perum Jasa Tirta I, Jl. Surabaya Kota Malang, Kamis (5//20161) sore.

Guna menindaklanjuti hal tersebut, lanjut Gubernur Jatim Pakde Karwo, idealnya kunjungan ini juga dihadiri Menteri Pertanian Republik Indonesia yang sangat berperan dalam membangun pertanian di Indonesia.

Masih mengenai pertanian, Pakde Karwo juga menjelaskan, Jatim 40 persen telah menggunakan combine harvester yang mampu mengurangi rontok atau lose hingga hanya 2 persen. Combine harvester ini merupakan produk lokal Jatim dan tidak impor lagi.

“Dengan cara konvensional, saat memotong padi dan di-sub, kemungkinan rontok atau lose-nya sebesar 12 persen. Dengan combine harvester ini mampu mengurangi rontoknya hingga hanya 2 persen. Artinya bisa menaikkan produksi atau efisiensi sebesar 10 persen. Jadi di Jatim sudah optimal manajemennya,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono mengatakan, yang perlu direhabilitasi saluran tersier dan quarternya. Khusus di DAS Brantas ini semua sudah bagus.

Ia mengharapkan agar Perum Jasa Tirta (PJT) tetap sebagai Perum. Ini berkaitan dengan peran PJT yang memiliki konsep untuk konservasi bukan untuk deviden.

Pada kesempatan yang sama, Dirut PJT I Ir. Harianto,Dipl.HE. menyampaikan, pembagian air wajib disepakati oleh 44 institusi. Setelah terdapat kesepakatan maka tidak bisa diubah lagi kecuali jika ada kekurangan air, maka akan diadakan pleno lagi dengan prioritas manusia baru kemudian industri.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Jatim Drs. Benny Sampirwanto, MSi menyampaikan, Gubernur Jatim Soekarwo meninjau Ruang Kontrol Perum Jasa Tirta I bersama Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (hum)

 

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional