Petisi
Wabup Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat saat memberikan keterangan
PEMERINTAHAN

Pembangunan Pasar Induk Bondowoso Kurang Sempurna

BONDOWOSO, PETISI.CO –  Usai acara Jumat bersih, di pasar Induk Bondowoso,  Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso,  Irwan Bachtiar Rahmat, langsung berkunjung ke setiap kios-kios penjual sembako di lantai dua, Jumat (22/2/2019).  Ia banyak pengaduan dari sejumlah para pedagang, bahwa kondisi bangunan tersebut, meresahkan.

“Bila hujan tiba, genangan air di dalam kios tidak ubahnya seperti banjir pak Wabup,” akunya para pedagang.

Sebab, lanjut mereka, karena bangunan di lantai dua ini tidak ada semacam pembuangan air. “Air hujan masuk ke kios-kios karena bangunan ini tidak ada semacam pembuangan air. Ditambah lagi atapnya sering bocor,” imbuhnya.

Setelah menerima berbagai macam pengaduan, Irwan, menyayangkan kondisi bangunan pasar itu. Menurutnya, keluhan yang paling krusial adalah tidak adanya saluran pembuangan air.

Disamping itu, ia mempertanyakan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada proses perencanaan pembangunan yang menghabiskan anggaran sekitar kurang lebih Rp. 40 miliar itu. Setelah ia melihat dan menerima langsung keluhan dari pedagang dilatai dua.

“Mungkin ini tidak ada amdalnya. Upaya Pengelolaan Lingkungan  (UPL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) seharusnya dibuat pada proses perecanaan. Jika itu dibuat, tentunya tidak akan seperti ini,” ungkap Irwan.

Tak hanya itu saja, ia juga menilai, bahwa pembangunan dengan menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu kurang sempurna. Potensi itu terlihat adanya kebocoran dan saluran pembuangan yang tidak ada. “Saya katakan, pembangunan pasar ini perencanannya kurang sempurna. Kenapa, sudah bocor,” jelasnya.

Lebih jauh seraya mengatakan, pasar ini tidak berfungsi secara maksimal. Seharusnya pasar ini menjadi pasar tradisional yang bisa kita miliki secara modern. Sebab, bangunan ini sudah memenuhi standard. Tapi kenyataannya seperti ini.

“Penyedia jasa konstruksi (rekanan kontraktor) sebagai pelaksana proyek ini harus bertanggung jawab. Jika tidak menanggapi hal ini, kontraktornya harus diberikan sanksi. Kenapa tidak, karena bangunan ini belum umur 10 tahun kondisinya sudah tidak karuan,” pungkasnya. (latif)

terkait