Petisi
Korban saat di periksa oleh anggota polek Sutojayan
PERISTIWA

Penemuan Mayat di Rumah Warga Kembangarum, Diduga Serangan Jantung

BLITAR, PETISI.COWarga Kelurahan Kembangarum Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar digegerkan atas penemuan mayat laki-laki di rumah warga bernama Samidi (85),  Jum’at (17/05/2019) pada pukul 09.00 Wib.

Hasil identifikasi, korban bernama Loso (72), berasal dari Dusun Bumiayu Rt. 01/02 Desa/Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar.

Iptu Burhanudin Kasubag. Humas Polres Blitar kepada Petisi.co mengatakan, pada Jum’at (17/05/2019) sekitar pukul 09.30 wib petugas Reskrim Polsek Lotim menerima laporan telah ditemukan seseorang meninggal mendadak di rumah Samidi Lingk/Kel. Kembangarum RT 02 RW 01 Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar.

Lebih Lanjut Burhanudin menjelaskan,  korban datang ke rumah saksi sekira Jam 08.30. wib kemudian memesan kopi,  selanjutnya  duduk di ruang tengah bersama ke 2 saksi (Samidi dan Katemi).

Setelah meminum kopi yang belum sampai habis, korban mengeluh pusing, kemudian oleh Katemi diberi balsem dan ditidurkan di kamar, posisi tengadah membujur ke arah timur. “Selang beberapa saat kemudian,  korban meninggal dunia,” jelas Burhanudin.

Burhanudin menambahkan, karena di rumah saksi hanya berdua saja dengan Suaminya, selanjutnya Saksi menyuruh tetangganya bernama  Aris untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lotim.  Kemudian Kanit Reskrim, bersama Kapolsek serta Petugas mendatangi Lokasi kejadian, menghubungi  Piket Inafis Polres dan Dokter jaga Puskesmas Sutojayan untuk bersama sama melakukan pemeriksaan luar dan identifikasi jenazah dan sidik jari, serta disaksikan opeh Lurah Kembangarum  Etong dan  keluarga korban yaitu  Bonaji.

Keluarga korban

Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda -tanda penganiayaan. Hasil pemeriksaan dr. Patan dari Puskesmas Sutojayan disimpulkan korban mengalami serangan jantung dan terkena Kanker Nasofaring dan kematian korban wajar. Keterangan dari keluarga korban bahwa korban mempunyai riwayat sakit asma, serta menerimakan kejadian tersebut sebagai musibah dan dari pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan pemeriksaan secara autopsi dan bersedia untuk membuat surat pernyataan.

“Selanjutnya jenazah oleh Kades Bumiayu Agus Wiyono diambil bersama-sama dengan keluarga korban di bawa pulang ke rumah duka,” pungkasnya.(min)

terkait