Petisi
LAMA-Daerah

Pesona Merapi Bikin Wisatawan Terpesona

YOGJAKARTA, PETISI.CO  – Pesona Gunung Merapi masih menjadi daya tarik wisatawan. Berkali-kali gunung paling aktif di Indonesia itu meletus, tak membuat wisatawan lokal maupun manca negara enggan mengunjunginya. Mereka justru tertarik untuk menikmati indahnya pemandangan Merapi.

Dalam setahun (2018) ini, gunung yang membentang di wilayah DI Yogjakarta dan Jawa Tengah itu, tercatat sudah tiga kali mengeluarkan debu vulkanik. Letusan pertama terjadi pada 11 Mei 2018. Disusul letusan kedua pada 21 Mei 2018 dan letusan ketiga 1 Juni 2018.

Letusan pada 11 Mei 2018, merupakan letusan cukup dahsyat, setelah letusan yang terjadi pada tahun 2010 silam.  Letusannya disertai dengan suara gemuruh dengan tekanan sedang hingga kuat dan tinggi kolom 5.500 meter dari puncak kawah.

Berkali-kali Merapi meletus menandakan bahwa kondisi Merapi masih rawan. Belum aman betul dari bencana. Dalam kondisi tidak normal, Merapi sewaktu-waktu bisa meletus. Namun, kondisi ini bukan menjadi rintangan masyarakat untuk berwisata ke Merapi.

Saat petisi.co bersama anggota pokja dan Humas Pemprov Jatim, mengunjungi Merapi, Sabtu (3/11/2018) siang, kawasan Merapi terlihat ramai dikunjungi wisatawan lokal. Sesekali terlihat wisawatan asing. Bule-bule itu datang bersama pasangannya masing-masing.

Dari raut wajahnya, tak terbesit ketakutan. Sangat happy betul. Turun dari bus di tempat parkir kendaraan, wajahnya sudah diliputi keceriahan. Dibenak mereka hanya satu senang dan senang.

“Mumpung Merapi lagi tiarap. Cuaca juga mendukung. Pas sekali datang kesini untuk menikmati pemandangan alamnya,” ucap Faisal, wisatawan asal Surabaya.

Semakin siang, jumlah wisatawan yang datang ke Merapi semakin banyak. Apalagi hari Minggu dan tanggal merah, jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata pegunungan ini bisa mencapai ribuan orang.

“Kalau minggu, apalagi libur nasional, wisatawan yang datang kesini, banyak sekali. Kami senang, karena Merapi masih dicintai masyarakat,” kata Supriadi, salah satu pemandu wisata gunung Merapi ini.

Supriadi tidak sendirian. Dari pos jeep, dia bersama ratusan pengemudi jeep, siap mengantar para wisatawan menikmati paket Merapi Lava Tour yang berlokasi di Kaliurang, tepat di kaki Gunung Merapi.

Ratusan pengemudi jeep mengajak wisatawan menyusuri bekas aliran lahar pasca letusan Gunung Merapi. Jangan ditanya, tentu menantang. Sepanjang perjalanan, tidak ada jalan aspal yang mulus. Jalannya berliku dan jalur terjal bebatuan.

Rute yang liar seperti off road membuat jantung terpacu lebih cepat. Bahkan kadang melewati sungai kecil yang menambah kerja pompa jantung.

Sepanjang perjalanan, wisatawan akan diajak mampir ke beberapa destinasi pasca letusan. Seperti, Museum Sisa Hartaku, obyek wisata batu alien, Bunker Kaliadem, bekas rumah Mbah Marijan dan obyek wisata yang lain.

Merapi Lava Tour terbagi dalam tiga rute yakni short (1,5 jam), medium (2,5 jam), dan long (4-5 jam).Tur rute pendek dengan Jeep berisi maksimal 4 orang dewasa harganya Rp 350.000, sementara untuk medium Rp 450.000 dan untuk long Rp 600.000. (bm)

 

terkait