Pilwali Kota Mojokerto, Direktur P2ES : Akmal-Ita Bertarung Sengit, Andy Kuda Hitam

  • Selasa, 20 Februari 2018 | 20:26
Pilwali Kota Mojokerto, Direktur P2ES : Akmal-Ita Bertarung Sengit, Andy Kuda Hitam
Paslon Walikota/wakil walikota Mojokertp dengan nomer urut (sof)

MOJOKERTO, PETISI.CO – Direktur Pusat Pembangunan Ekonomi dan Sosial (P2ES) Sultan Al Farisy memprediksi perebutan kursi Walikota Mojokerto masa bakti 2018 – 2023, diwarnai pertarungan sengit antara pasangan calon Akmal Boedianto-Rambo Garudo dan pasangan Ika Puspitasari (Ita)-Achmad Rizal Zakaria.

‘’Sedangkan pasangan calon yang diusung PPP, PKB dan Partai Demokrat, Andy Soebijakto-Ade Ria Suryani, diperkirakan menjadi kuda hitam.

“Sementara Warsito-Moeljadi yang didukung PAN dan PKS diperkirakan menduduki juru kunci perebutan suara pada 28 Juni 2018 nanti,’’ ujarnya kepada petisi.co, Selasa (20/2/2018).

Sultan mengaku, pihaknya telah melakukan sigi di tiga kecamatan secara acak.

Penelitian dilakukan dengan model wawancara informasl dengan warga Kota Mojokerto tentang calon pemimpinnya.

Survei dilakukannya sejak pendaftaran pasangan calon hingga dimulainya kampanye pada 15 Februari 2018 lalu.

Direktur Pusat Pembangunan Ekonomi dan Sosial (P2ES) Sultan Al Farisy

Secara umum, kata dia, masyarakat belum mengenal betul para kandidat Walikota Mojokerto. Ini bisa dimaklumi.

Pertama, jelas Sultan, partai politik (parpol) pengusung kandidat tersandera kasus korupsi oleh KPK lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu yang lalu. Kasus itu diduga melibatkan pimpinan dewan dan walikota setempat.

‘’Karena itu, parpol tidak maksimal memperkenalkan calonnya. Namun bukan berarti mesin politik mereka mati suri. Sebab, hasil survey menyebutkan bahwa pemilihan walikota (pilwali) kali ini masih ‘’milik’’ PDIP melawan koalisi Gerindra dan Golkar. PDIP tidak akan menyerah begitu saja kursi walikota yang telah dimilikinya itu,’’ paparnya.

Faktor kedua, ungkap Sultan yang juga menjabat Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Mojokerto, ke empat kandidat adalah muka baru di jagad politik Kota Mojokerto.

Andy dan Ita memang arek dan ning Mojokerto. Namun masyarakat masih awam terhadap keduanya. Sedangkan Akmal dan Warsito merupakan pendatang.

‘’Masyarakat masih meraba-raba. Meski demikian, antara Andy Soebijakto dan Warsito memiliki basis dukungan yang nyaris sama, yakni dari pemilih pemula. Yang membedakan di antara keduanya adalah anak-anak muda yang mendukung Warsito- Moeljadi didukung oleh anak-anak muda yang gandrung politik. Kelompok ini yang tidak ditemui di kubu Andy,’’ papar Sultan.

Ia mengaku bahwa pada hari H pencoblosan peta tersebut bisa berubah.

Akmal-Rambo yang digalang PDIP dan Ita-Rizal yang digagas Gerindra Golkar bisa tersalip di garis finish. ‘

’Kali ini keduanya paling mendominasi membangun komunikasi politik dengan massa pemilih,’’ ucapnya.

Namun, Sultan mengingatkan, Andy-Ade bisa melesat di ‘’tingkungan’’ menjelang garis finish. Selain anak-anak muda, lanjutnya, basis dukungan bakal datang dari kaum Nahdliyin yang dikomandoi PPP dan PKB. Di samping dukungan kekuatan politik primordial dari mantan Walikota Mojokerto Abdul Gani.

‘’Sama dengan Ita yang tampaknya mendapat suport dari Bupati Mojokerto,’’ kata Sultan seraya menyebutkan bahwa kekuatan Warsito terletak pada figur Moeljadi.

‘’Tapi, pamor beliau secara demografi politik bukan untuk Pilwali kali ini, melainkan untk lima tahun lalu,’’ tambahnya.(mu)

bagikan :

4 Komentar

  1. Cak Her Rabu, 21 Februari 2018
  2. Cak Her Rabu, 21 Februari 2018
  3. Dinata Rabu, 7 Maret 2018
  4. dinata Rabu, 7 Maret 2018

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional