Petisi
Ketua DPC PKB Bondowoso, Achmad Dhafir
PARPOL

PKB di Bondowoso Raup Suara Terbanyak, Disusul PDIP dan PPP

BONDOWOSO, PETISI.CO – Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa  (PKB) di Kabupaten Bondowoso, berhasil mendulang suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif 2019 di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil Rekapitulasi Perolehan Suara yang dilakukan KPU Bondowoso, dalam pelaksanan Pemilu Legislatif untuk DPRD di Kabupaten Bondowoso, disebutkan, bahwa PKB berhasil meraup suara terbanyak, yakni 137.972 suara.

Adapun di posisi kedua, ada PDIP dengan memperoleh suara sebanyak 79.401, berikutnya ada PPP yang mendapat 61.019. Sedangkan tertinggi ke empat adalah partai Golkar yang dari lima dapil berhasil mendapatkan suara hingga 51.564.

Ketua DPC PKB Bondowoso, Achmad Dhafir, usai mengikuti Deklrasi Damai Pasca Pemilu di Mako Polres Bondowoso, menegaskan, kemenangan PKB ini merupakan kemenangan rakyat Bondowoso.

Ditanya perihal kemungkinan akan menjadi oposisi, ia mengatakan, bahwa sistem kenegaran Indonesia tak  mengatur oposisi. Melainkan, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sehingga, tidak ada oposisi.

“Karena orientasi dari PKB adalah bagaimana bermanfaat bagi kepentingan seluruh masyarakat Bondowoso. Oleh karenanya, siapapun yang punya niat dan tujuan yang sama  PKB akan selalu bersama-sama,” ujarnya.

Karena sistem kenegaran kita tak  mengatur oposisi, sistem kenegaraan kita mengatur kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

“Jadi tidak ada oposisi, yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan yang terbaik untuk Bondowoso  dan menciptakan Bondowoso aman,” kata mantan Ketua DPRD Bondowoso itu, Kamis (2/5/2019).

Tak hanya itu saja, ia juga menegaskan bahwa, legislator dari PKB nantinya akan duduk sebagai orang yang mewakili rakyat, bermusyawarah untuk kepentingan rakyat Bondowoso.

“Saya kan sudah katakan tadi, musuh sekalipun disaat benar, saya harus katakan benar. Sahabat saya jika salah akan saya katakan salah. Itu prinsip yang diajarkan oleh Nahdlatul Ulama (NU),” ringkasnya.(tif)

terkait