Petisi
JANGGAL. Proyek kereta gantung yang tak singkron dengan BKSDA Jatim.
BERITA UTAMA PERISTIWA

Proyek Kereta Gantung Banyuwangi, BKSDA Jatim Tak Singkron

BANYUWANGI, PETISI.CO – Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Gunung Ijen, masuk wilayah Banyuwangi dan Bondowoso, senilai kurang lebih Rp 400 miliar, bersumber pembiayaan investor PT Sura Parama Setia (SPS), terkendala dengan pembangunan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, yang menggelontorkan dana Rp 13 miliar, dari APBN.

Ketidaksingkronan dua lembaga, investor dan BKSDA itu diakui Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/10/2017).

“Harus ada singkronisasi kedua pihak. Karena tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus duduk bersama,” kata Yusuf.

Disampaikan, saat ini BKSD Jawa Timur, sedang membangun fasilitas publik di kawah Ijen. Namun ada beberapa titik bakal digunakan infrastruktur kereta gantung, ternyata bagian dari proyek BKSDA.

“Ada tempat yang nantinya bakal dilewati proyek kereta gantung,” ungkapnya.

Menurut Yusuf, BKSDA Jatim memiliki wilayah khusus untuk publik dan wilayah khusus untuk bisnis. BKSDA membangun di wilayah publik, sementara pengusaha yang akan membuat kereta gantung akan menempati wilayah bisnis.

SPS merupakan pengusaha kereta gantung yang sudah disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Nilai investasi di Kawah Ijen, senilai Rp 400 miliar, dan bakal dimulai pada tahun depan, 2018.

Tahap pertama dimulai tahun 2017, BKSDA Jawa Timur, dengan biaya Rp 13 miliar, bakal membangun sejumlah fasilitas publik, mulai kawasan Paltuding hingga puncak Ijen.

Fasilitas baru infrastruktur di kawah Ijen nanti, diantaranya;  pembangunan toilet, musholla, lahan parkir, rest area, pondok perapian, embung air, tandon air, taman bermain, tempat pantau satwa, ruang kesehatan, camping ground, pagar pembatas kawah, perbaikan jalur pendakian dan beberapa fasilitas lainnya.(ft/to)

 

terkait