Puspa Agro Terus Kembangkan Kemitraan Bisnis

  • Reporter:
  • Rabu, 25 Januari 2017 | 20:39
Puspa Agro Terus Kembangkan Kemitraan Bisnis
ilustrasi

Upaya Tingkatkan Nilai Tambah Petani  

SURABAYA, PETISI.COManajemen PT Puspa Agro terus mengembangkan kemitraan bisnis di sektor agro, baik terkait kewilayahan maupun peningkatan volume komoditas yang diperdagangkan. Komitmen ini sebagai bentuk kepedulian untuk meningkatkan nilai tambah petani, peternak, dan nelayan di Jatim.

Upaya pengembangan kemitraan bisnis itu dilakukan dengan terus menggenjot nilai transaksi atau serapan hasil panen petani, peternak, dan nelayan (selanjutnya disebut petani). Pada gilirannya upaya tersebut berdampak pada peningkatan nilai tambah petani. Karena itu, dua sayap bisnis Puspa Agro, yakni trading house yang menyerap langsung hasil panen petani dan pengelolaan pasar induk, terus dikembangkan.

Dan, perlahan namun pasti. Inilah gambaran kinerja PT Puspa Agro dalam mengelola dan mengembangkan pusat perdagangan agro. Hal ini ditunjukkan lewat capaian omzet trading house yang terus mengalami peningkatan secara signifikan. Di sisi lain, pengelolaan pasar induk yang diharapkan menjadi sentra distribusi dan pemasaran hasil panen petani terus dikembangkan.

Saat diuji-coba pertengahan 2014 lalu, serapan terhadap hasil panen  petani, nelayan, dan peternak baru mencapai 780 ton dengan nilai transaksi Rp 14,37 miliar. Tahun 2015 capaian itu meningkat drastis menjadi Rp 78 miliar dari total volume 5.485 ton. Dan, tahun 2016 omzetnya kian melejit dengan nilai hampir Rp 200 miliar.

“Untuk trading house, alhamdulillah kami mampu mencatat kinerja yang bagus karena tiap tahun meningkat secara signifikan. Sementara untuk pengelolaan pasarnya, kami terus berharap komitmen pemerintah untuk membenahi infrastruktur, khususnya jalan menuju lokasi pasar,” kata Dirut PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin.

Dikatakan, untuk meningkatkan peran ekonominya, Puspa Agro terus memaksimalkan peran trading house sambil menunggu perkembangan pengoperasian pasar induk. Seperti diketahui, pasar induk Puspa Agro yang diharapkan menjadi salah satu pengungkit perekonomian Jatim dan membantu pemasaran hasil panen petani Jatim hingga kini belum maksimal perannya.

Selain dukungan infrastruktur  yang kurang memadai, karena arus lalu lintas yang menuju atau keluar pasar induk di Desa Jemundo, Kec. Taman, Sidoarjo ini cenderung macet, untuk menghidupkan pasar induk, rata-rata memerlukan waktu sekitar 20 tahun. Sementara pasar induk Puspa Agro baru berjalan efektif enam tahun.

Karena itu, sambung Muchibuddin, saat didampingi Humasnya, Suhartoko, untuk bisa tetap menyerap hasil panen petani, nelayan dan peternak di Jatim, Puspa Agro melakukan langkah percepatan lewat divisi trading house-nya.  Selain menyerap berbagai komoditas pertanian, Puspa Agro juga terus melakukan pengembangan mitra bisnis untuk membantu pemasarannya.

Di sisi lain, terobosan menjalin kerja sama dengan mitra bisnis untuk mempercepat pemasaran aneka komoditas yang diserap dari petani, juga terus dilakukan. Beberapa BUMD dan BUMN, serta perusahaan-perusahaan swasta telah menjalin kerja sama pemasaran. Akhir Agustus lalu, Puspa Agro melakukan terobosan pemasaran melalui kerja sama strategis dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

Demikian juga dengan Bulog serta sejumlah perusahaan katering, hotel, rumah sakit dan sebagainya. Karena itu, Puspa Agro juga melibatkan kelompok-kelompok tani untuk mempercepat penyerapan hasil panen petani. (adv)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional