Ribuan Santri Ponpes Ploso Kediri Tampilkan Seni Budaya Daerah di Parade Santri

  • Minggu, 15 April 2018 | 22:41
Ribuan Santri Ponpes Ploso Kediri Tampilkan Seni Budaya Daerah di Parade Santri
Para penari Topeng Ireng asal Magelang saat beraksi dihadapan masyayikh Ponpes Ploso

KEDIRI, PETISI.CO –  Perkenalkan keberagaman budaya Nusantara, Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, menggelar Parade Santri, Minggu (15/4/2018).

Sedikitnya 2.000 santri mengikuti acara yang digelar tiap tahun tersebut.

Parade santri ini dimulai dengan nyanyian Indonesia Raya. Selanjutnya disusul penampilan tarian Topeng Ireng asal Magelang yang merupakan sumbangan Bupati Magelang. Tarian ini menjadikan tanda dibukanya parade santri.

Tak hanya itu, adat kebudayaan dari Betawi seperti pertunjukan silatnya juga ikut memeriahkan parade.

Kemudian disusul Tari Piring dari Minangkabau, Sumatera Barat.

Adapula kesenian Jaranan khas Kediri, serta Tari Remo Girah yang ditampilkan dari kontingen Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Kediri.

Banyak penampilan budaya dari sejumlah daerah yang ditampilkan dihadapan para masyayikh Ponpes Al-Falah Ploso seperti KH. Dzaenudin Dzajuli, KH. Nurul Huda Djazuli, KH. Fuad dan para pengasuh pondok lainnya serta masyarakat sekitar.

Nurul Huda Djazuli, Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Kediri mengatakan, Parade Santri ini digelar untuk membuktikan jika santri juga merupakan bentuk mini Bhineka Tunggal Ika.

Menurutnya, selain dituntut pandai mengaji, santri juga harus memiliki kreatifitas dari segala bidang termasuk kesenian.

“Dengan parade budaya santri ini, sehingga semua tau jika kiai dan santri tidak terlalu tabu dengan bentuk hiburan seperti ini dan dapat menumbuhkan rasa ke-bhinekaan tunggal ika,” ujarnya.

Banyaknya budaya Nusantara yang ditampilkan dalam parade santri, lanjut KH. Nurul Huda, karena santri Ponpes Ploso juga berasal dari berbagai daerah.

“Secara otomatis dengan parade budaya ini, santri akan menyadari jika mereka hidup di Indonesia. Sehingga santri lebih kuat dalam menjaga NKRI, dan santri sudah sadar semua akan hal itu,” tegasnya.

Sementara itu, Abdul Ahman Al Kausar yang juga pengasuh Ponpes mengatakan, gelaran parade budaya santri ini kedepan akan dijadikan sebagai acara tahunan pondok.

“Biasanya seluruh Ponpes di bulan Syaban ini akan menutup ajaran santri. Jika di Ponpes Al Falah penutupan ini dimeriahkan dengan parade santri. Sehingga harapannya masyarakat umum tahu jika di pondok itu juga diajari untuk mencintai dan memahami budaya Nusantara yang sangat beragam, jadi tidak hanya mengaji saja,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi menegaskan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan parade santri yang digelar Ponpes Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri.

“Kegiatan ini sangat kita apresiasi, sebab dengan ini santri menunjukkan kepeduliannya atas persatuan dan kesatuan bangsa. Tentunya acara ini juga membantu kami dalam sosialisasi anti hoax, bahkan saat ini juga sangat marak isu-isu intoleransi,” tandasnya.(bay)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional