Selesai Tahun Baruan, Alun-Alun Bangil Dipenuhi Sampah

  • Reporter:
  • Senin, 1 Januari 2018 | 19:12
Selesai Tahun Baruan, Alun-Alun Bangil Dipenuhi Sampah
Kondisi alun-alun Bangil yang dipenuhi sampah, selepas warga merayakan malam pergantian tahun.

PASURUAN, PETISI.CO – Perayaan malam pergantian tahun telah usai dirayakan oleh khalayak umum. Sejumlah tempat berkumpul seperti alun-alun, lapangan atau tempat hiburan lainnya yang semula dipenuhi warga, lambat laun ditinggalkan orang satu persatu setelah dilaksanakannya acara pesta kembang api pada pukul 00:30 WIB.

Tak terkecuali di alun-alun Bangil, tepat pukul 01:30 warga yang tadinya memenuhi alun-alun Bangil sudah tak tampak lagi, yang terlihat hanya para pedagang kaki lima yang mulai mengemasi lapak dagangannya dan beranjak pulang.

Saat Petisi.co,mencoba memasuki alun-alun Bangil, terlihat banyak sekali sampah plastik, kertas koran dan selongsong kembang api terserak memenuhi seluruh alun-alun Bangil.

Tak seberapa lama kemudian atau sekitar pukul 02:00WIB, datanglah sekelompok petugas penjaga kebersihan yakni “Laskar Adipura” atau biasa disebut khalayak umum pasukan kuning.

Dengan sigap tanpa dikomando, beberapa petugas langsung membersihkan alun-alun Bangil yang dipenuhi aneka sampah.

Baca Juga : Dalam 30 Menit, Rp 2 Milyar Ludes Terbakar di Langit Pasuruan

Pada kesempatan tersebut, Petisi.co mencoba mewawancarai salah seorang pasukan kuning, sebut saja Jamilah (27) asal Kelurahan Kalianyar Bangil.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami mas, untuk membersihkan alun-alun dan sejumlah poros jalan di wilayah Bangil ini. Apapun kondisinya alun-alun dan sejumlah poros jalan yang ada, kami akan selalu siap membersihkannya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh petugas kebersihan yang mengaku bernama Wandi, “Sudah biasa mas, setiap ada acara di alun-alun Bangil, sampah selalu banyak. Apalagi pada saat ini, dimana alun-alun menjadi jujugkan setiap orang untuk merayakan malam pergantian tahun. Masalah sampah sudah tidak asing lagi buat kami,” tandas rekan kerja Jamilah menambahkan.

Dengan adanya kerja keras yang ditunjukan oleh petugas kebersihan, bekerja tanpa memandang waktu dan kondisi yang ada. Seharusnya masyarakat kebanyakan mulai sadar, untuk tidak membuang sampah sembarang dan sedikit memahami keberadaan pasukan kuning, mereka mulai bekerja disaat orang sedang menikmati nyenyak tidur.(hen)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional