Siswa SMPK Widyatama Batu Bagikan Ribuan Takjil dan Parsel pada Masyarakat dan Sopir Angkot

  • Sabtu, 26 Mei 2018 | 20:55
Siswa SMPK Widyatama Batu Bagikan Ribuan Takjil dan Parsel pada Masyarakat dan Sopir Angkot
Siswa SMPK Widaya dan dewan guru bagikan ribuan takjil dan parsel, kepada masyarakat dan sopir angkot Kota Batu

BATU, PETISI.CO – Di Bulan Suci Ramadhan 1439 H ini, ratusan siswa SMP Katolik Widyatama Kecamatan Batu, Kota Batu membagikan takjil dan parsel kepada masyarakat Kota Batu dan para sopir angkot.

Kendati demikian, bagi tajil dan parsel tersebut persisnya di halaman sekolah Jl Panglima Sudirman, Kota Batu, Sabtu sore (26/5/2018). Sebanyak 1300 takjil  dibagikan, dengan waktu dua puluh menit.

Kepala SMPK Widyatama, Dra. A. Wayan Oka Udiani ditemui menuturkan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sebelumnya sudah dijadwalkan oleh menejemen sekolah.

“Dengan berbagi, merupakan salah satu bentuk penguatan karakter bagi siswa. Artinya, apa yang baik pastinya akan kita jadikan budaya. Memang kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2007 yang lalu, dan siswa menyambutnya dengan baik. Tentu didukung oleh dewan guru, komite sekolah, paguyuban dan wali murid,” ucapnya.

Ribuan takjil yang siap dibagikan.

Diharapkan, dengan kegiatan ini kalau memang baik ya harus didukung. Lantaran, bentuk salah satu wujud kebersamaan. Dan SMPK Widyatama ini sekolah Katolik, jadi dengan nuansa seperti ini sangat luar biasa.

“Kita bisa menghormati yang muslim, bagi yang menjalankan ibadah puasa. Dan kami di sini, tidak akan menolak siapapun dan kami akan siap melayani semuanya dan diberlakukan sama dan sekolah ini sudah berdiri 69 tahun,” tegasnya.

Sementara, Mubalik Drs.Ali Mahmudi, dalam tausiyahnya di hadapan ratusan siswa dan dewan guru juga menuturkan, kualitas puasa, hikma puasa, faidah puasa dan dampak negatif puasa.

“Dengan terbentuknya muslim-muslimah yang berkarakter, dan berahklak Qur’ani dan Taqwaallah. Maka memiliki visi saadatudaroini (kebahagian dunia dan ahkirat),” bebernya.

Menurutnya, dengan bertoleransi sosial yang tinggi, didasari dengan tanggung jawab, dan terutama bersihnya jiwa.

“Sehingga sebuah institusi dengan ruang yang cukup beragama, dengan tempat yang memadai berasaskan Pancasila, sehingga menjadi modal generasi penerus bangsa Indonesia yang memiliki jiwa patriotif dan berfikir yang positif,” pungkasnya. (sel/eka)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

CLOSE
CLOSE

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional