Tanggul Sungai Bedi Ambrol, Warga Dua Kecamatan di Ponorogo Resah

  • Minggu, 11 Maret 2018 | 19:27
Tanggul Sungai Bedi Ambrol, Warga Dua Kecamatan di Ponorogo Resah
Tanggul Sungai Bedi Ambrol

PONOROGO, PETISI.CO – Tanggul atau plengseng di tepian Sungai Bedi Kulon, tepatnya di Dusun Mayi mengalami kerusakan parah, karena tanggul yang memiliki ketinggian 8 meter dan panjang sekitar 25 meter ambrol.

Kejadian ambrolnya tanggul di Sungai Bedi Kulon tersebut dicemaskan warga. Pasalnya akan berdampak dengan jembatan yang berada di sebelahnya. Ambrolnya tanggul yang juga berfungsi sebagai sayap jembatan itu bila tidak segera dapat penanganan oleh pemerintah akan mempercepat kerusakan jembatan antar kecamatan, yakni Kecamatan Bungkal dengan Kecanatan Slahung.

Seperti dikatakan Nyanwar, warga Bedi Kulon, bila kerusakan ambrolnya tanggul permanen di sisi selatan jembatan Mayi tidak segera diperbaiki, akan mengancam kerusakan jembatan.

“Seharusnya pemerintah segera cek lokasi dan segera dianggarkan perbaikan kembali tanggul ini, kalau jebol akan merusak persawahan warga dan juga wilayah permukiman Desa Crabak Kecanatan Slahung akan kebanjiran, karena struktur tanah di belakang tanggul ini pasir yang sangat mudah tergerus banjir,” ungkapnya kepada Petisi.co.

Kepala Desa Bancar Kecamatan Bungkal, Pamuji ketika dikonfirmasi menjelaskan, jembatan yang berada di barat desanya tersebut masuk wilayah Desa Bedi Kulon. “Itu masuk wilayah Desa Bedi Kulon mas, bukan wilayah desa kami,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), Jamus Kunto ketika dimintai keterangan sudah menerima laporan dan juga sudah disampaikan ke Bappeda Ponorogo.

“Sudah mas, laporan juga sudah kami teruskan ke Bappeda untuk dianggarkan,” pungkasnya.(mal)

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional