Tiga Pilar Simokerto Antisipasi Permasalahan Sosial dan Hukum

  • Sabtu, 21 Oktober 2017 | 09:14
Tiga Pilar Simokerto Antisipasi Permasalahan Sosial dan Hukum
Tiga Pilar Simokerto Antisipasi Permasalahan Sosial dan Hukum

SURABAYA, PETISI.CO – Kapolsek Simokerto bersama Tiga Pilar menggelar kegiatan cangkrukan dengan warga, tepatnya di balai RW 5 Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Jum’at (20/10/2017) malam.

Kegiatan cangkrukan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi 3 cepu dan penyelesaian permasalahan yang ada di wilayah RT, RW dan kelurahan, agar dapat menjadi aman dan kondusif. Kegiatan ini juga sebagai wadah dan sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara aparat pemerintah, aparat penegak hukum dengan warga masyarakat.

Hadir dalam kegiatan cangkrukan tersebut, Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih SH, MH, Camat Simokerto Nono Indrianto, Staf Kecamatan, Satpol PP Kecamatan Simokerto, Lurah Kapasan, ps Kanit Binmas, Babinsa Koramil Simokerto Serda Hadi, Ketua LPMK, Ketua RW 1 – 9, Karang Taruna, dan Bonek Gembong.

Dalam sambutannya Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih SH, menjelaskan, bahwa tiga pilar berkembang dimulai dari adanya Pos Ramadaniyah, waktu menghadapi Idhul Fitri, bersama muspika berpatroli menggunakan sepeda angin dalam mengantisipasi 3 cepu. Khususnya 822 dan 902  patroli  siang malam dalam melindungi, mengayomi masyarakat agar aman dan warga bisa tidur nyenyak.

“Kepada adik – adik Karang Taruna jangan sampai terpancing narkoba, dengan bujuk rayu diberikan sesuatu dengan gratis, yang pada akhirnya dapat menghancurkan masa depan adik-adik,” ungkapnya.

Masih Kompol Masdawati, jadi semua wilayah dapat menjadi aman, hal ini juga berkat kekompakan dari masyarakat dengan Polri yang sangat antusias dalam menciptakan kamtibmas.

“Untuk Bonek Gembong jangan karepe dewe, kalau tersangkut masalah yang rugi kita sendiri, juga keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Camat Simokerto Nono Indrianto, berharap, agar warga Simokerto dapat mentaati aturan, jangan sampai melanggar hukum.

“Mulai sekarang dihentikan, karena pemerintahan juga dituntut, baik dalam pikiran dan perilaku sehari -hari harus lebih baik dan tranparasi,” ujarnya.

Lanjut Camat Nono, dengan kegiatan cangkrukan ini, kami dapat memberikan informasi adanya pelatihan gratis komputer, bahasa asing (Mandarin) yang diperuntukkan karang taruna dan semua warga yang ber KTP Surabaya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari warga, mulai dari permasalahan PDAM, E-KTP, dan tingginya tingkat Kriminalitas.

Salah satu tokoh warga Sonhaji, berharap kepada aparat penegak hukum, agar pelaku tindak kejahatan dengan kekerasan, para pengedar, pemakai dan pembuat (pabriknya) narkoba, dapat di tindak dengan tegas.

“Kami berharap semua pelaku tersebut di tembak ditempat saja, supaya pelaku yang lainya dapat menjadi jerah,”ucapnya. (bah)

 

bagikan :

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Foto Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional