Petisi
Pembagian abate di Gresik
PERISTIWA

TNI Polri Dan Puskesmas Bagikan Abate di Gresik

GRESIK, PETISI.COKabupaten Gresik sedang marak terkenah wabah Demam Berdarah (DB) yang sedang melanda pada Kota Santri ini. Wabah tersebut dijumpai tidak hanya di wilayah Kecamatan Cerme saja, tapi hampir di seluruh wilayah bisa beresiko terkena dampak dari berkembangnya penyakit DBD (Deman Berdarah Dague). Untuk itu masyarakat dihimbau lebih waspada lagi dalam menjaga kondisi di lingkungan tempat tinggalnya.

Puskesmas di Gresik membagikan Obat Abate ke rumah-rumah sejak Kamis lalu. Selain itu mengedukasi masyarakat, Dinas Kesehatan Gresik mengajak anggota Koramil dan anggota Polsek di setiap kecamatan untuk membagikan Abate.

“Diketahui Kamis kemarin di Desa Ngabetan, Cerme, dapat dilihat bersama petugas puskesmas serta Koramil dan Polsek ikut membantu membagikan abate ini. Masalahnya, di sana memang banyak yang terdiagnosa kena demam berdarah,” ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr. Ummi Khoiroh.

Di hari berikutnya, Puskesmas Industri dan Koramil 0817/ 05 Gresik juga melakukan hal yang sama yakni menjadi sasaran targetnya di RT 3/ RW 2, Desa Tlogopatut. Meski wilayah kerja Puskesmas Industri tidak banyak yang positif DB pencegahan tetap dilakukan.

Petugas P2P Puskesmas Industri Padianto mengatakan, pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Sebelum ada warga yang terkena gigitan. Lebih lagi, dengan edukasi penerapan 3M Plus serta pembagian abate ini bisa mencegah terjadinya wabah.

“Abate ini bisa bertahan tiga bulan. Kami minta juga kader jumantiknya untuk terus mengedukasi warganya. Yang kebetulan ibu RT,” ucapnya.

Untuk diketahui secara bersama bagi seluruh warga masyarakat di Kab. Gresik bahwa Obat abate ini bisa ditemui berada di Puskesmas masing-masing. Masyarakat bisa menggunakannya di bak mandi atau tempat penampungan air lainnya. “Abate ini dibungkus dengan kain. Kemudian ditaruh pada bak mandi. Tidak apa-apa, ini aman,” ujar Padi.

Sementara Babinsa Koramil 0817/ 05 Kota Gresik dalam hal ini oleh Serma Mulyo mengatakan, musim seperti ini memang rentan terkena gigitan nyamuk. “Oleh sebab itu, pihaknya ingin ikut serta memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

“Untuk mencegah berkembang biaknya jentik nyamuk DB. Ini yang harusnya diatasi. Yakni dengan melakukan 3M Plus dan diberi obat abate,” ucapnya.

Salah satu Kader jumantik yang bertempat tinggal di RT 03/ RW 02, Tlogopatut, Wiwin mengaku sering ia melakukan kegiatan yang berkaitan dengan 3M Plus. Terbukti, wilayahnya tidak ada yang terkena DB.

“Tapi tetap harus waspada. Meski upaya sudah dilakukan tetap bisa mengintai. Warga juga sudah kami edukasi soal penggunaan abate di tempat penampungan air. Sudah paham,” ucap wanita yang juga Ibu RT itu. (bah/pen)

terkait