Petisi
Wabup saat memberi sambutan
PEMERINTAHAN

Wabup Mojokerto Hadiri Rembuk Desa Kecamatan Bangsal

Siap Bangun  Ekonomi Desa

MOJOKERTO, PETISI.CO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto siap membangun perekonomian dari pedesaan. Salah satu upaya yang dilaksanakan yakni dengan memaksimalkan program Bantuan Keuangan (BK) Desa, lalu disempurnakan dengan inovasi masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, pada acara Rembuk Desa Kecamatan Bangsal, Rabu (24/4/22019).

“Perekonomian bisa dimulai dari pedesaan. Program BK Desa diberikan untuk menyokong hal tersebut. Terlebih jika masyarakatnya inovatif melalui BUMDes, tentu kesejahteraan bisa meningkat,” kata Wabup.

Untuk Kecamatan Bangsal sendiri, Pemerintah Kabupaten Mojokerto di tahun 2019 ini menggelontorkan BK Desa senilai total Rp 2 miliar lebih kepada tujuh desa. Masing-masing Rp 300 juta untuk Desa Ngrowo, Puloniti, Bangsal, Gayam, Kutoporong, dan Kedunguneng (kantor desa dan pendopo desa). Serta Rp 600 juta untuk Desa Pacing (Jalan Usaha Tani atau JUT).

Pemanfaatan bantuan tersebut akan dimaksimalkan sesuai kebutuhan desa. Namun harus sesuai regulasi dan peraturan berlaku. Wabup juga berharap agar desa-desa di Bangsal dapat menjadi desa mandiri.

“Bantuan harus digunakan maksimal khususnya infrastruktur. Sesuaikan prioritas dan regulasi berlaku. Meningkatkan kesejahteraan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. SDM juga harus ikut berpartisipasi,” tambah Wabup.

Camat Bangsal Sugeng Nuriyadi, menguraikan gambaran pembangunan di Kecamatan Bangsal dalam laporan sambutannya. Ia mengatakan pembangunan sudah berjalan dengan baik. Berdasarkan data, kata Sugeng, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2017 Kecamatan Bangsal berada di urutan 11, dari 18 kecamatan. Tahun 2018 kami punya progres untuk naik lagi menjadi urutan ke 6.

“Peningkatan infrastruktur terlaksana dengan sangat baik disini. Jalan sudah diperbaiki, balai desa sudah dibangun merata,” kata Sugeng.

Rembuk desa yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, memang disasar untuk menstimulasi masyarakat agar lebih aktif. Baik dalam mengusulkan pembangunan, maupun memberi saran pada pemerintah daerah.

Rembug desa layaknya Forum Group Discussion (FGD), dibudayakan sebagai wadah serap aspirasi masyarakat untuk mencari solusi terbaik dari semua permasalahan yang dirasakan. Masyarakat bisa memupuk rasa gotong royong untuk membangun desanya.

Wakil bupati hadir didampingi Sekdakab Herry Soewito, kepala OPD, Forkopimca Kecamatan Bangsal, Kepala Desa se-Kecamatan Bangsal, LPM, BPD, dan PKK. Dalam kesemapatan kali ini juga diresmikan gedung baru kantor Kecamatan Bangsal yang di telah di renovasi, ditandai dengan penandatanganan prasasti.(nang/syim)

terkait