500 Kali Hatam Al Quran dalam Rangka HUT Pemasyarakatan ke 53

oleh
Warga binaan Lapas Klas II A Jember ngaji nasional.

JEMBER, PETISI.CO – Acara Ngaji Nusantara 120 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan  Klas II A Jember, mengaji bareng, dan serentak di seluruh Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Se Indonesia, dalam memperimgati Hari Pemasyarakatan ke 53, Kamis (20/4) memecahkan rekor Muri dengan peserta ngaji terbanyak dengan 500 kali hatam Al Quran.

Kasi Binadik Lapas Klas II A Jember, Dadang menyebutkan,  untuk mewujudkan rekor tersebut, lapas seluruh Indonesia dilibatkan, tidak terkecuali di Jember.

“Hataman Al Qur’an ini dalam rangka rangkaian kegiatan Hari Bhakti Pemasyarakatan, dan hari ini, Dirjen Pemasyarakatan berniat memecahkan rekor Muri dengan Jumlah peserta 5000 dan hatam 500 kali, untuk Jember sendiri diikuti 120 warga binaan dan hatam 4 kali,” ujar Dadang kepada wartawan.

Ahmad Sudiyono, warga binaan sekaligus takmir dari masjid yang ada dilapas mengatakan, bahwa program hataman Al Quaran 30 juz yang digelar Menteri Hukum dan HAM ini sejalan dengan program Binadik di Lapas Jember, sebab selama ini di lapas Jember rutin dilakukan hataman 30 juz tiap hari Minggu.

“Alhamdulillah, kami berhasil menghatamkan Al Quran 4 kali 30 juz, kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi agenda rutin kami tiap minggu, karena kami dengan Pak Dadang sudah biasa melakukan hataman tiap hari minggu, jadi disamping hataman juga bertujuan untuk mendekatkan diri dengan Alloh SWT, ” ujar Ahmad Sudiyono yang juga mantan kepala Dinas Pendidikan Jember.

Sementara Kabid Keamanan Kantor Wilayah Hukum Jawa Timur Ali Mukhtar yang berkesempatan hadir di Jember mengatakan, bahwa kegiatan semaan dan hataman Al Quran inu digelar secara serentak, dan untuk Jawa Timur sendiri 4400 lebih warga binaan yang ikut hataman.

“Jawa Timur sendiri ada 38 lapas rutan yang mengikuti kegiatan ini, dengan jumlah warga binaan yang ikut ada empat ribu lebih, dan kehadiran saya disini untuk monitoring kegiatan ini, dan kegiatan inu sendiri dipusatkan di kantor Kementrian Hukum dan HAM di Jakarta,” ujar pria asal Boyolali Jawa Tengah  kepaqda petisi.co . (yud)