6 Desa di Jombang Dilanda Banjir, Setiajit Utamakan Keselamatan Warga

oleh
Pjs Bupati Jombang sidak di Desa Gambiran didampingi Camat, Asisten, Plt Kadinsos saat bertanya kepada warga

JOMBANG, PETISI.CO – Hujan deras mulai Rabu (21/2/2018) malam, mengakibatkan 6 desa dari Kecamatan Mojoagung, Mojowarno dan Sumobito di Kabupaten Jombang diterjang banjir.

Untuk mengecek kondisi wilayah banjir, Pjs Bupati Jombang Setiajid, bersama Asisten II, Kepala Dinas PUPR, Plt Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perkim, Plt Kepala DinSos dan Kepala Satpol PP, serta camat melakukan sidak di Desa Gambiran Kecamatan Mojoagung.

Pjs Bupati Jombang Setiajit dan rombongan mengunjungi warga yang ngungsi di Balai Desa Gambiran, juga memantau Desa Kademangan, Desa Gambiran dan Desa Janti Kecamatan Mojoagung. Keselamatan warga terdampak banjir menjadi perhatian khusus Pjs Bupati Jombang Setiajit.

Lokasi banjir

Saat  diwawancarai, Setiajit  menjelaskan, dalam jangka pendek, pihaknya mengevakuasi warga, diungsikan ke Balai Desa dan bersama Dinas Sosial, Tagana, BPBD dibuatkan dapur umum bagi warga yang terdampak banjir.

“Hari ini pula kita beri bantuan logistik lengkap,” ujarnya.

Sementara, untuk menjaga kesehatan para warga yang terdampak banjir,  kata Setiajit, Dinas Kesehatan sudah siapkan rumah sakit dan Puskesmas untuk pengobatan.

Lanjut Setiajit, untuk jangka panjang menanggulangi banjir,  dibuatkan embung-embung, misal di Desa Karangan Bareng Kabupaten Jombang.

Selain itu, untuk mengurangi terjadinya banjir, Pemkab Jombang akan kerjasama dengan pemerintah pusat, provinsi, Dinas Pemberdayaan Air Propinsi dan dengan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membuat embung tersebut.

“Semua ini dilakukan supaya tidak akan terjadi banjir lagi.”

Setiajit mengunjungi warga di Balai Desa Gambiran dan menghimbau warga

Sementara ini, Setiajit menghimbau kepada masyarakat melalui pihak Satpol PP mensosialisasikan kepada semua warga agar berhati-hati dan tidak main main di sungai.

Apalagi, setelah adanya informasi,  ada tiga anak yang main di sungai,   dua anak bisa kembali dan yang satu hanyut.

“Untuk itu, BPBD saat ini sedang mencari sampai ujung sungai, semoga bencana banjir ini tidak terjadi lagi dan masyarakat sehat semua,” jelasnya.

Warga Janti Nurul Huda (56) saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa banjir ini diakibatkan meluapnya air Sungai Catak Banteng pada  pukul 06.00 pagi, sehingga rumah-rumah warga terendam air setinggi 1 meter.

“Warga diungsikan ke Balai Desa Janti sama ke Balai Desa Gambiran,” pungkasnya.(rahma)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.