PETISI.CO
dr Joni saat memberikan keterangan pers.
BERITA UTAMA PEMERINTAHAN

865 Pasien Covid-19 dari Surabaya dirawat di RSUD Soetomo

SURABAYA, PETISI.CO – Tak ingin dipojokkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Gugus Tugas Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim akhirnya membuka data pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya.

“Dari data yang ada, masyarakat Jatim yang terbanyak dirawat di RSUD dr Soetomo adalah dari Surabaya,” tegas Ketua Gugus Tugas Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi dalam siaran persnya, Selasa (30/6/2020).

Dijelaskan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Soetomo mencapai 1.097 pasien. Dari jumlah tersebut, sebanyak 865 pasien atau 79 persennya adalah warga Kota Surabaya. Sisanya, 232 pasien atau 21 persennya berasal dari luar Kota Pahlawan, seperti dari beberapa daerah di Jatim, Jateng, Jabar sampai Maluku.

“Jadi, pasien non Surabaya hanya 21 persen,” tegasnya.

Menurutnya, utilitas ruangan isolasi pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo telah disiapkan 232 bed. Jumlah tersebut telah terisi 232 pasien.

“Ini pembagiannya ada di ICU, ada yang di HCU, dan ada yang di low care unit. Kami berharap tidak ada gelombang kedua atau second wave,” ujar Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya itu.

Mengenai ketersediaan alat pelindung diri (APD) di RSUD Dr Soetomo Surabaya sendiri stoknya aman. Masker bedahnya mencapai 156 ribu. Pihak RSUD dr Soetomo mengambil kebijakan untuk tidak mau menyimpan di gudang terlalu banyak.

“Karena kalau disimpan di gudang terlalu banyak, bisa berisiko. Risiko hilang, terbakar. Jadi kalau mau habis atau persediaan menipis, kami beli atau minta ke Gugus Tugas Pusat, mengirim surat ke Kementerian Kesehatan,” paparnya.

RSUD dr Soetomo sendiri, diakui banyak menerima sumbangan. Semua sumbangan bisa diterima sesuai dengan aturan. Semua sumbangan itu kita catat dan oleh KPK minta diupload.

“Kita upload dengan perkiraan harganya,” ucapnya.

Di sisi lain, Joni mengatakan, RSUD dr Soetomo selalu menerima Pemkot Surabaya dengan baik. Bahkan, pihaknya juga menerima dengan tangan terbuka.

“Sebelumnya koordinasi telah dilakukan terkait permasalahan Covid-19 dan tracing. Bahkan telah melakukan pertemuan Kadinkes Kota Surabaya pada tanggal 22 Juni 2020,” ujar Joni.

Menurutnya, RSUD dr. Soetomo sangat terbuka bagi siapapun, termasuk Pemkot Surabaya. Buktinya, rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut telah mengirimkan Ketua Tim Pinere RSUD dr Soetomo, dr Soedarsono bersama dengan tim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dan Jatim berkunjung ke Pemkot Surabaya, Senin (29/6).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah koordinasi dengan yang baik dan terbuka. Terutama dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Surabaya. Oleh karena itu, pihaknya tidak ingin dinilai tak melakukan koordinasi. Terutama dengan Pemkot Surabaya.

“Kita tetap dekat di hati antara Soetomo dengan Pemprov Jatim maupun Pemkot Surabaya. Satu bahasa Satu Rasa dalam menyelesaikan ini sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Sementara terkait perkembangan Covid-19 di Jatim sendiri, Joni menyampaikan bahwa update per Senin (29/6), jumlah tambahan kasus terkonfirmasi positif mencapai 240 pasien. Sehingga total pasien terkonfirmasi positif di Jatim mencapai 11.795 orang.

Untuk pasien sembuh sendiri bertambah 121 orang. Sehingga jumlahnya mencapai 4.012 orang atau 34,01 persen. Sedang jumlah pasien yang meninggal mencapai 896 orang atau 7,60 persen. Jumlah pasien dengan pengawasan (PDP) di Jatim mencapai 10.535 orang. Orang dengan pemantauan (ODP) mencapai 29.477 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 162.692 orang. Sementara dari jumlah tersebut, kasus positif Covid-19 di Surabaya sendiri mencapai 5.605 orang. (bm)

terkait

Pemimpin OPD Harus Punya Jiwa Entrepreneur Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

redaksi

Tiga Terdakwa Amblesnya Jalan Gubeng Bebas  

redaksi

Perahu Rombongan Pengantin di Sumenep Hilang Kontak

redaksi
Open

Close