PETISI.CO
Wisata Setigi siapkan sarana untuk pencegahan virus corona.
PERISTIWA

Antisipasi Virus Corona Wisata Setigi Siapkan Sarana Untuk Pencegahannya

GRESIK, PETISI.CO – Destinasi wisata alam Setigi (Selo Tirto Giri) yang berada di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kab. Gresik Jatim semakin mempesona. Terbukti, ribuan pengunjung datang memadati area wisata tersebut dari berbagai kota maupun daerah, Minggu (15/3/2020).

Kades Sekapuk, Abdul Halim dengan pengunjung.

Setigi yang baru di launching awal Januari 2020 itu, walaupun tanpa sentuhan dari pemerintah setempat ternyata masih terus berjalan dengan baik. Bahkan hari demi hari profesionalisme wisata Setigi tersebut terus ditunjukkan, saat ini Setigi sudah mampu menyiapkan dua unit kendaraan (mobil) untuk digunakan sebagai alat transportasi lokal.

Bukan hanya itu, perbaikan sarana di lokasi Setigi guna memanjakan para pengunjung juga terus dilakukan, terdapat tambahan baru di wisata tersebut yang bisa dinikmati adalah, adanya kabut buatan di lokasi kulinernya, juga ada gazebo- gazebo tempat pengunjung beristirahat maupun tempat lesehannya.

“Tempat kuliner sudah kita lengkapi supaya para pengunjung yang menikmati makanan bisa mendapatkan suasana hawa yang dingin, tak kalah pentingnya mendapatkan oksigen yang betul-betul fresh. Jadi area di kuliner ini kita maksimalkan untuk suhu dan juga oksigennya,” terang Kades Sekapuk, Abdul Halim.

Halim berharap, mudah-mudahan dalam waktu dekat, sekitar tiga bulan atau empat bulan candi topeng tersebut sudah tuntas, yang sekaligus akan disambung dengan mengerjakan kolam renang air gentong dan juga pemandian hijaber, nantinya juga akan kita persiapkan pada 1 Januari 2021 nanti.

Pantauan Petisi.co, jumlah pekerja di wisata Setigi saat inj mencapai 67 orang, dan itu tidak termasuk yang di kuliner, di kuliner sekitar 120 orang yang dikelola organisasi. Yang menarik Setigi mempunyai kendaraan operasional sendiri dari hasil wisata.

Selain semua itu, wisata Setigi juga turut mengantisipasi terkait wabah corona yang marak saat ini, dengan cara menyiapkan titik titik cuci tangan dan juga sabunnya, dijadikan fokus utama pada wisata itu terkait dengan kebersihan.

Di beberapa tempat, diantaranya kamar mandi (toilet) sekaligus tempat tempat wudlu juga telah disiapkan sabun untuk cuci tangan.

“Yang jelas hal tersebut bagian dari upaya kami dan saya rasa insya Allah untuk Setigi ini aman, karena wisatanya alam terbuka dan kita bisa langsung bersentuhan dengan langit, kalau kita memandang langit akan lebih aman karena ini bukan wahana yang tertutup,” tambah laki-laki yang dijuluki Begawan Setigi ini.

Sementara selain wisata Setigi, nantinya di Desa Sekapuk juga terdapat agrowisata Kebun Pak Inggi dan sampai saat ini masih menuntaskan penanaman, dari beberapa macam jenis pohon yang belum ada hanya pohon manggis dan durian. Pohon pohon produktif tersebut juga dari dinas pariwisata dengan memberikan bibit.

Halim menambahkan, jangan terlalu mengikuti isu, masyarakat harus betul-betul obyektif dalam berfikir dan jangan latah. Ada bahasa (info), wisata ini segera akan dilakukan penutupan, hal tersebut sangat merisaukan warga desa yang semangat mengelola wisata ini, tapi ada kabar-kabar atau isu kalau akan ditutup karena untuk menyikapi corona jadi juga perlu kepastian

Terkait pengembangan, jika sudah tidak ada penutupan, warga berharap di suport jangan musiman kalau bisa serius dikawal, baik pembinaan ESDM maupun program terkait surprise.

“Jangan sampai ada bahasa lagi terbentur dengan aturan. Sehingga seolah tidak bisa membantu secara fisik, hal ini yang sangat kita sayangkan pak. Kadi kejelasan program itu ada,” harap warga. (bah)

terkait

Persiapan Piala Dunia U-20, Pemkot Surabaya Kupas Rumput Stadion GBT

redaksi

Dua Warga Kecamatan Takeran Magetan Sembuh dari Covid-19

redaksi

Sumbangan dari Penerima Bantuan PKH Dikembalikan  

redaksi
Open

Close