Surabaya, petisi.co – Arus logistik nasional mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran 2026, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pelaku usaha logistik serta pengelola pelabuhan telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran distribusi barang.
Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko saat ditemui media (3/3/2026) menyebutkan volume kargo naik sekitar 130 persen. Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, rotasi kontainer meningkat dari rata-rata 2.800 unit per hari menjadi 3.000 unit per hari.
“Jangan hanya memberikan suatu kemudahan investasi tanpa memikirkan manajemen supply chain. Jangan sampai investor bingung saat mengirim barang setelah produksi selesai,” terangnya
Teguh menambahkan bahwa, pertumbuhan ini juga didorong oleh aktivitas industri di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dengan throughput pelabuhan mencapai 1 juta TEUs pada 2025, naik dari 800.000 TEUs di tahun sebelumnya.
Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ketua ALFI Jawa Timur Sebastian Wibisono memprediksi volume logistik akan naik 80 persen. Surabaya menjadi jalur transit penting ke wilayah Timur, dengan lonjakan yang diperparah karena bertepatan dengan Nataru dan Imlek.
“Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya,” terang Sebastian
Untuk mengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim akan mengalihkan storage ekspor untuk sementara menampung barang impor setelah koordinasi dengan Bea Cukai.
“Lonjakan arus logistik tahun lalu mencapai 103 persen. Namun, masih bisa diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti,” ujarnya
PT Pelindo Terminal Petikemas juga telah melakukan persiapan sejak awal, termasuk merencanakan pelayanan bongkar muat berdasarkan prediksi kepadatan tambatan dan lapangan penumpukan.
Corporate Secretary Widyaswendra menjelaskan bahwa akan disiapkan lokasi overbrengen serta operasional 24 jam selama libur Lebaran. Para pengguna jasa juga diimbau memanfaatkan sistem booking untuk meminimalkan kemacetan.
“Kami menghimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system untuk meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya,” ujar Widyaswendra
Sementara itu Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, menilai peningkatan aktivitas ekspor-impor menjadi sinyal perbaikan ekonomi, dengan volume bongkar muat naik sekitar 20-25 persen menjelang Lebaran. Komoditas yang mendominasi adalah kebutuhan konsumsi musiman, yang berdampak positif bagi UMKM dan ritel.
“Sejak Desember sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat. Ini akan terus meningkat mendekati Lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa.”ujar Frans
Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jateng mendekati 5,7 persen, meskipun kondisi pasca-Lebaran masih belum pasti akibat faktor geopolitik dan kebijakan internasional.
“Kondisi ekonomi setelah Lebaran masih tanda tanya besar. Dalam situasi sekarang, faktor geopolitik dan kebijakan tarif Presiden Trump itu yang membuat kondisi ke depan belum bisa dipastikan,” imbuhnya.
Para pihak juga menyoroti kebutuhan peningkatan infrastruktur pelabuhan dan akses jalan agar operasional logistik dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang. (joe)








