ASN Surabaya Diminta Siap Keluar Dari Zona Nyaman

oleh -142 Dilihat
oleh
Fist and Proper Test pemilihan JPT Pratama di ruang sidang wali kota Surabaya

Surabaya, petisi.co – Pemkot Surabaya menggelar seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di ruang sidang wali kota, Senin (1/12/2025). Seleksi ini diikuti enam ASN terbaik Pemkot Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hadir langsung bersama Sekda Lilik Arijanto dan Kepala BKPSDM Surabaya Ira Tursilawati. Enam peserta terbagi dalam dua jabatan yang diperebutkan, yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).

Tiga kandidat Kepala DPMPTSP adalah Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinkopumdag Farida Fitrianing Arum, Sekretaris DPMPTSP Lasidi, serta Camat Tenggilis Wawan Windarto. Sementara tiga kandidat Kepala DPRKPP yaitu Kabid Jalan dan Jembatan DSDABM, Kabag Pengadaan Barang/Jasa Aly Murtadlo, serta Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Iman Kristian. Seluruh kandidat menyampaikan paparan inovasi masing-masing.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa seleksi tidak didasarkan pada rasa suka atau tidak suka, melainkan pada kemampuan dan gagasan.

“Sampaikan semua kemampuan. Siapa yang mampu, silakan ambil jabatan itu,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya output dan outcome dari setiap proposal inovasi. Menurutnya, hasil kerja harus berdampak langsung pada masyarakat. Ia juga menegaskan tidak segan menurunkan pejabat jika tidak mampu mempertanggungjawabkan hasil kerjanya.

“Output dan outcome harus jelas. Apa yang bisa diubah menuju kesejahteraan masyarakat, itu yang penting,” katanya.

Eri juga menekankan pentingnya keberanian seorang pemimpin.

“Kepala dinas butuh wani untuk mengambil keputusan,” pesannya.

Ia berharap seleksi ini menghasilkan pejabat yang berkompeten, berintegritas, dan memiliki visi yang sejalan dengan pembangunan Surabaya. Ia memastikan formasi JPT Pratama lainnya akan dibuka kembali pada Januari 2026.

Untuk menjaga kualitas dan transparansi, seleksi menghadirkan lima panelis ahli dari akademisi dan pemerintah, antara lain Guru Besar FEB UNAIR Prof. Dr. Nuri Herachwati, Guru Besar Fakultas Psikologi UNAIR Prof. Dr. Fendy Suhariadi, Guru Besar PWK ITS Prof. Adjie Pamungkas, dan Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni.

Prof. Nuri mengapresiasi langkah Pemkot yang melibatkan akademisi dan BKD Jatim dalam seleksi ini. Ia berharap pejabat terpilih memahami karakter Surabaya sebagai kota kelas dunia.

“Levelnya sudah kota dunia,” ujarnya.

Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni menambahkan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari manajemen talenta. Enam peserta yang hadir seluruhnya masuk kategori “Box 9”. Ia menyebut seluruh kandidat memiliki kemampuan berimbang dan inovasi yang relevan dengan tugas yang akan diemban.

“Sehingga saat menjabat nanti, mereka bisa langsung tune in dengan target Pak Wali,” jelasnya.  (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.