PETISI.CO
Dialog akrab Gubernur Khofifah dengan para pekerja migran di asrama haji Sukolilo.
PERISTIWA

Asrama Haji Sukolilo Kebanjiran Pekerja Migran

SURABAYA, PETISI.CO – Asrama Haji Sukolilo, Surabaya kebanjiran Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara. Hingga Rabu (5/5/2021), gelombang kedatangan terus mengalir. Jumlah mereka diperkirakan mencapai 14 ribu orang.

Pantauan petisi.co, puluhan ribu PMI yang datang ke asrama haji Sukolilo, bukan semuanya berasal dari Jawa Timur (Jatim). Sebagian di antara mereka ada yang berasal dari Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) dan Kalimantan.

Gubernur Khofifah meninjau dan mengajak dialog para juru masak dapur umum Tagana Dinsos Jatim.

Membanjirnya PMI tersebut, tak ayal membuat kapasitas tempat tidur asrama haji Sukolilo penuh sesak. Sampai-sampai ruang Musdalifah yang biasanya dipakai untuk acara pertemuan “disulap” menjadi ruang tidur dengan menyiapkan ratusan bed.

Salah satu PMI bernama Sawal mengaku berasal dari Batang, Jateng. Pria berusia 42 tahun itu merupakan PMI dari Brunei Darussalam. Ia terpaksa pulang karena kontrak kerja habis setelah 10 tahun berjibaku mencari nafkah di Brunei Darussalam.

“Tidak ada perpanjangan, kalau balik ke sana lagi susah. Cakapnya gitu,” kata Sawal yang ditemui saat disidak Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai menggelar rapat koordinasi (rakor) PMI di salah satu ruang pertemuan asrama haji Sukolilo.

Baca Juga :  Koramil Kerja Bakti Bangun Pagar Makam

Sawal tiba di Surabaya pada 2 Mei 2021. Saat kepulangan, ia menjalani serangkaian tes kesehatan dan swab PCR. Hasilnya negatif. Dari Brunei Darussalam langsung terbang menuju Juanda Surabaya.

Selanjutnya, Sawal harus mengisi data kemudian menjalani Swab PCR dan karantina di asrama haji Sukolilo Surabaya. “Tunggu hasilnya keluar, baru boleh balik. Cakapnya macam itu,” tandas Sawal dengan logat Melayu yang cukup kental.

Dia mengeluhkan prosedur yang cukup lama karena datang bersama dengan gelombang PMI asal Jatim. Kendati hasil tes menunjukkan negatif, namun ia masih harus menanti kepastian waktu pulang. “Saya juga bingung karena harus pulang dengan biaya sendiri,” ucapnya.

PMI lain asal Jateng lainnya, Kartini bernasib sama. Perempuan 46 tahun itu, akan pulang bersama 14 kawan lainnya dari Pamulang, Kendal, dan Jepara. Sudah empat hari mereka berada di Asrama Haji.

Baca Juga :  Warga Kecamatan Laren Berburu Ikan Mabuk

Namun, tangis haru seketika pecah. Saat diajak dialog dengan Gubernur Khofifah, Kartini mendapat rejeki uang Rp juta dari gubernur Khofifah. Uang tersebut, sebagai biaya ganti sewa travel pulang ke daerah asalnya.

“Bu gubernur tadi mengganti biaya bayar travel saya sebesar Rp 2 juta. Terima kasih bu gubernur, karena bisa membantu kepulangan kita dari luar negeri. Sehingga, nanti saya bisa bertemu dengan keluarga,” tuturnya.

Kartini merupakan PMI di Malaysia. Dia sudah empat tahun bekerja di Negeri Jiran itu. “Baru sekarang ini saya pulang. Hasil test sudah keluar negatif,” ucap Kartini seraya menahan butir-butir air matanya.

Saat sidak, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa segera meminta Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Nyono agar segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Jateng terkait prosedur penjemputan PMI dari luar Provinsi Jatim.

Baca Juga :  Deputi Kemenpan RB Evaluasi Pelayanan Publik di Polres Gresik

Karena, berdasarkan aturan para PMI asal luar provinsi harus pulang dengan biaya sendiri. Khofifah juga mendengarkan keluhan para perantau tersebut. “Sabar ya bu, kondisi ini tidak hanya dialami Jatim dan Jateng tapi seluruh Indonesia,” kata Khofifah.

Khofifah meminta Kadinkes Jatim memberikan surat keterangan dan Kadishub Jatim agar membekali surat perjalanan para PMI asal luar provinsi Jatim, karena besok 6 Mei 2021 larangan mudik mulai berlaku. Sebab, tidak semua PMI luar Jatim mendapat bantuan seperti rombongan Kartini. “Saya minta Kadishub melakukan koordinasi lintas provinsi,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga melakukan sidak dari ujung ke ujung Asrama Haji. Memastikan rombongan PMI segera memperoleh penanganan layanan kesehatan dan logistik. “Wah harum sekali bau masakannya,” timpal Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono mendampingi gubernur Khofifah sidak di dapur umum Tagana Dinsos Jatim. (bm)

terkait

Laskar Patriot Bangsa Jatim Matangkan Rencana Deklarasi

redaksi

Kapolres Blitar Kota Kunjungi Pasar Tangguh Semeru

redaksi

Wartawan Bondowoso Melakukan Aksi Unjuk Rasa

redaksi